13 Layanan Fintech yang Diprediksi Akan Tumbuh Pesat di 2018 menurut IDC

Pada 29 Maret 2018 ini, IDC Financial Insight kembali mengumumkan daftar perusahaan fintech di Indonesia yang diprediksi akan mengalami pertumbuhan paling cepat. Berbeda dengan daftar serupa yang mereka rilis pada 2017 lalu, kali ini lembaga riset tersebut menjelaskan lebih rinci tentang parameter penilaian yang dipakai, serta membagi para startup menjadi beberapa kategori.

Beberapa hal yang menjadi landasan dari penentuan nama-nama perusahaan fintech ini antara lain:

  • Potensi pengguna
  • Model dan proses bisnis
  • Jenis dan kemudahan penggunaan
  • Persaingan dengan perusahaan lain
  • Valuasi perusahaan
  • Manajemen dan tim
  • Budaya perusahaan
  • Teknologi
  • Perkiraan keuntungan

“Kami mengumpulkan data hingga akhir tahun 2017, lalu membandingkan para startup itu dengan parameter-parameter di atas,” ujar Handoyo Triyanto, Senior Research Manager dari IDC Financial Insights. “Setelah itu, kami mengelompokkan mereka ke dalam lima tingkatan, mulai dari Incubation, Growing, Competitive, Leader, dan Valuable,”

Berikut ini adalah nama-nama layanan fintech yang bisa tumbuh dengan sangat cepat di tahun 2018 ini menurut IDC.


Pembayaran: GO-PAY, Midtrans, Xendit, DOKU, TCASH

Payment Top Fintech IDC 2018

Menurut IDC, GO-PAY, Midtrans, Xendit, DOKU, TCASH telah berhasil sampai di tingkat keempat dalam perhitungan mereka, alias menjadi Leader di kategori ini. Namun karena IDC mengambil data tepat saat GO-JEK mengakuisisi Midtrans, maka mereka masih memisahkan antara GO-PAY dan Midtrans.

“Hingga saat ini telah terjadi beberapa perubahan berarti, seperti GO-JEK yang mengakuisisi tiga startup fintech, serta Grab yang mengakuisisi operasional Uber di Asia Tenggara. Hal ini berpotensi mengubah peringkat ini di kemudian hari,” tutur Handoyo.


Pinjaman: Modalku, Akseleran, Investre, UangTeman

Pinjaman Top Fintech 2018 IDC

Berbeda dengan daftar yang mereka rilis tahun lalu, kali ini IDC Financial Insights menambahkan nama Investree dan Akseleran, serta menghapus nama Amartha.

“Hal itu terjadi karena ketika melakukan perhitungan, kami menemukan bahwa nama-nama yang kami cantumkan saat ini punya keunggulan tertentu dalam parameter perhitungan kami,” jelas Handoyo.


Marketplace: AturDuit

AturDuit | Screenshot 1

Serupa dengan yang terjadi di sektor pinjaman, IDC Financial Insights juga menghapus nama Bareksa dan CekAja yang muncul dalam daftar tahun lalu, dan menggantinya dengan AturDuit.

AturDuit merupakan anak perusahaan dari iMoney, layanan pembanding produk keuangan yang berasal dari Malaysia. Lewat AturDuit kamu bisa membandingkan produk Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), asuransi mobil, kredit mobil, deposito, hingga tabungan.


Manajemen Keuangan: Finansialku

Finansialku Aplikasi | Screenshot

Finansialku adalah portal dan aplikasi perencana keuangan yang bisa memberi kamu berbagai tip tentang cara mengelola keuangan yang baik. Mereka bisa memberi masukan tentang cara mengatur investasi, reksa dana, saham, asuransi, hingga persiapan pensiun, dengan baik.

Layanan ini sebenarnya baru mencapai tingkat kedua alias masih dalam tahap Growing. Namun karena tidak ada lagi pemain lain yang cukup baik di sektor ini, maka IDC pun memutuskan untuk mengangkat nama Finansialku.


Solusi Perusahaan: Jojonomic

Jojonomic Request Leave | Ilustrasi 2

Berawal dari layanan pencatatan keuangan pribadi, kini Jojonomic merupakan platform software as a service (SaaS) khusus untuk mempermudah proses reimbursement. Saat ini mereka pun telah menghadirkan fitur absensi dengan teknologi pengenalan wajah.

Nama Jojonomic sendiri tidak muncul di daftar IDC pada tahun lalu. Namun karena kuatnya pengaruh software semacam ini untuk perusahaan, IDC pun mencantumkannya.


Software Akuntansi: Jurnal

Jurnal | Ilustrasi

Serupa dengan Jojonomic, Jurnal pun tidak muncul di daftar IDC tahun lalu. Jurnal merupakan penyedia software akuntansi untuk para pemilik usaha kecil dan menengah (UKM). Dengan software tersebut, kamu bisa membuat invoice, serta mengelola aset, inventori, dan gudang secara otomatis.


Ke depannya, para perusahaan di atas punya potensi yang besar untuk berkolaborasi dengan bank atau lembaga finansial besar, atau justru melakukan konsolidasi dengan cara saling mengakuisisi satu sama lain.

“Dalam setiap laporan keuangan bank yang kami lihat pada akhir tahun 2017 yang lalu, selalu muncul kata-kata ‘mengembangkan ekosistem’. Karena itu, kami memperkirakan bahwa akan ada lebih banyak kerja sama yang terjalin antara bank dan perusahaan fintech pada tahun 2018 ini,” pungkas Handoyo.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post 13 Layanan Fintech yang Diprediksi Akan Tumbuh Pesat di 2018 menurut IDC appeared first on Tech in Asia.

The post 13 Layanan Fintech yang Diprediksi Akan Tumbuh Pesat di 2018 menurut IDC appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi