3 Fakta Menarik dari Riset Google tentang Perkembangan YouTube di Indonesia

Dengan lebih dari satu miliar pengguna per bulan di seluruh dunia—hampir sepertiga dari jumlah pengguna internet secara keseluruhan—YouTube merupakan salah satu platform online paling populer saat ini. Popularitasnya diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan jumlah pengguna. Bahkan, lembaga riset pasar Statista memprediksi bahwa jumlah penggunanya akan mencapai angka 1,8 miliar orang pada tahun 2021 nanti.

Popularitas tinggi tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya nilai guna platform berbagi video tersebut terhadap pengguna internet. Pengguna internet mengunjungi YouTube bukan hanya untuk mendapatkan hiburan, tetapi juga untuk belajar atau mendapatkan informasi. Google mengatakan bahwa 57 persen pengguna YouTube mencari konten hiburan, serta 86 persen juga menyatakan terbiasa mengunjungi situs tersebut untuk mempelajari informasi baru.

Pengguna internet mengunjungi YouTube bukan hanya untuk mendapatkan hiburan, tetapi juga untuk belajar atau mendapatkan informasi.

Momentum tersebut juga dapat dirasakan di Indonesia. Pada tanggal 9 Mei 2018, Google mewakili YouTube menyampaikan hasil riset yang dilaksanakan bersama Kantar TNS.

Riset tersebut mempelajari penggunaan YouTube di Indonesia. Google menyampaikan berbagai informasi mengenai peningkatan popularitas, perbedaan pasar urban dan rural, hingga jenis konten yang diminati warganet Indonesia.

Mulai menggantikan televisi

Peran YouTube di Indonesia sebagai sarana publikasi konten video terus meningkat. Jumlah jam konten yang diunggah dari Indonesia meningkat lebih dari dua kali lipat dari tahun ke tahun.

Menurut hasil riset, 92 persen pengguna Indonesia menyatakan YouTube adalah tujuan pertama mereka ketika mencari konten video. Secara umum, pengguna Indonesia berpendapat bahwa YouTube memudahkan mereka dalam mencari konten yang menarik dengan topik yang beragam.

YouTube Indonesia | Infografik 1

Dari segi kuantitas penonton, YouTube sudah mulai menyaingi televisi sebagai sarana media yang paling sering diakses orang Indonesia. Dari 1.500 responden yang terlibat dalam penelitian, 53 persen menyatakan mengakses YouTube setiap hari, dan 57 persen menyatakan menonton televisi setiap hari.

Pengguna Indonesia sering menggunakan YouTube untuk menonton konten yang tidak sempat mereka tonton secara langsung ketika disiarkan di televisi.

YouTube Indonesia | Infografik 2

Secara umum, channel YouTube dari saluran atau acara televisi merupakan salah satu kategori yang paling populer bagi pengguna Indonesia. Indosiar, contohnya, memiliki lebih dari 1,8 juta subscriber dengan jumlah view lebih dari 1,3 miliar dari seluruh video yang mereka unggah.

Channel dengan konten dari siaran televisi yang lain meliputi RCTI dengan lebih dari 1,4 juta subscriber dan jumlah view lebih dari 1,6 miliar, serta Indonesian Idol dengan lebih dari 2 juta subscriber dan jumlah view lebih dari 1 miliar.

Makin populer di masyarakat rural

Tidak hanya masyarakat urban, warganet Indonesia yang tinggal di wilayah rural juga semakin banyak mengakses YouTube. Terdapat banyak faktor yang membuat masyarakat rural di Indonesia semakin berminat untuk menggunakan YouTube, antara lain:

  • Infrastruktur penyediaan internet yang semakin baik sehingga koneksi lebih berkualitas,
  • Harga sarana mengakses internet seperti paket data yang semakin terjangkau, dan
  • Konten yang semakin relevan dengan minat warganet rural.

YouTube Indonesia | Infografik 3

Kategori konten yang diminati pengguna urban dan rural memiliki perbedaan. Secara umum, pengguna urban lebih meminati konten yang dapat menunjang kehidupan sehari-hari, seperti tema travel, lifestyle atau video instruksi. Sementara pengguna rural secara umum lebih tertarik ke konten yang memberikan hiburan secara langsung seperti musik, komedi, atau sepak bola.

Kreator dan brand Indonesia makin produktif

Peningkatan minat serta keberagaman dalam audiens tersebut sangat menguntungkan bagi kreator konten dari Indonesia. Jumlah kreator Indonesia yang memperoleh Gold Play Button (penghargaan yang diberikan YouTube bagi kreator dengan lebih dari satu juta subscriber) telah meningkat secara pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Ini menunjukkan peningkatan jumlah warganet Indonesia yang menggunakan YouTube. Selain itu, kualitas konten buatan kreator Indonesia juga makin meningkat hingga berhasil menarik audiens yang lebih luas.

“Orang-orang Indonesia tidak hanya melihat konten internasional di YouTube, namun mereka begitu bangga dengan kreator lokal yang mampu berinteraksi dalam bahasa yang mudah dipahami dan sesuai dengan mereka,” ujar Veronica Utami selaku Head of Marketing Google Indonesia.

10 Iklan Terpopuler di YouTube Tahun 2017

Sumber: Google

Raditya Dika merupakan kreator Indonesia yang pertama kali mendapatkan Gold Play Button sekaligus memiliki jumlah subscriber tertinggi per Mei 2018—lebih dari 3,6 juta orang. Selama tahun 2018, YouTube telah memberikan Gold Play Button ke sepuluh kreator asal Indonesia. Dengan tambahan tersebut, saat ini terdapat 38 channel asal Indonesia dengan subscriber lebih dari satu juta.

Peningkatan perhatian audiens tidak hanya didapatkan oleh kreator perorangan, tetapi juga brand. Selain kreator yang meraih Gold Play Button, Google juga telah memublikasikan daftar sepuluh video iklan terpopuler selama tahun 2017.

Menurut Google, makin banyak brand menyadari potensi YouTube untuk menarik konsumen lewat penyampaian pesan yang kreatif. Video iklan tersebut sukses meraih perhatian audiens melalui:

  • Inovasi baru dalam penyampaian cerita melalui iklan, seperti serial bersambung,
  • Memanfaatkan momen dan kehidupan sehari-hari pelanggan, seperti hari raya,
  • Penggunaan sosok selebritas yang terkenal, dan
  • Eksperimen dengan durasi yang paling efektif untuk menyampaikan pesan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan; Sumber gambar: BRICK 101)

This post 3 Fakta Menarik dari Riset Google tentang Perkembangan YouTube di Indonesia appeared first on Tech in Asia.

The post 3 Fakta Menarik dari Riset Google tentang Perkembangan YouTube di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi