4 Perilaku Komunikasi Konsumen di Era Digital yang Tiap Perusahaan Perlu Tahu

Era digital yang ditandai dengan kemunculan smartphone dan tablet benar-benar mengubah cara komunikasi konsumen dan masyarakat. Teknologi telepon yang semula dianggap canggih, kini sudah mulai ditinggalkan pengguna.

Hal ini diungkapkan oleh CEO Merah Cipta Media Group Antonny Liem dalam konferensi pers Social Media Week Jakarta pada tanggal 6 Juni 2017 lalu. “Sekarang orang sudah jarang yang mau telepon. Mereka lebih memilih chatting saja atau video call. Penting bagi sebuah brand untuk mempelajari ini,” ujar Antonny.

Selain mengungkapkan pergeseran perilaku komunikasi konsumen terkait telepon, Antonny juga membagikan beberapa wawasan menarik tentang cara konsumen menggunakan perangkat digital. Berikut adalah empat fenomena yang disebutkan oleh Antonny.


Video Ads | Illustration

Menyukai video daripada tulisan

Menurut penelitian yang dipublikasikan Insivia, konten yang dikemas dalam bentuk video mempunyai jumlah penonton empat kali lebih banyak dibanding yang disajikan dalam bentuk tulisan.

Rata-rata orang menghabiskan waktu 2,6 kali lebih lama di halaman yang memiliki video. Selain itu, konsumen yang melihat demo video ketika berbelanja online diklaim mempunyai kemungkinan 1,81 kali lipat lebih besar untuk melakukan pembelian.

Itulah mengapa Antonny menyarankan sebuah perusahaan harus memaksimalkan tren konten dalam bentuk video. Tujuannya agar pesan yang mereka sampaikan diterima dengan baik oleh konsumen yang menjadi target.


Fitur di Aplikasi LINE | Screenshot

Menggunakan beragam fitur dalam aplikasi percakapan

Aplikasi percakapan belakangan ini telah berevolusi dari fungsi utama mengirim pesan. Seperti LINE, yang kini telah menjadi platform untuk berjualan lewat fitur LINE Shop, menjadi portal berita dengan fitur LINE Today, dan memiliki fungsi e-wallet di fitur LINE Pay.


Peningkatan interaksi melalui voice command

Masyarakat atau konsumen yang memanfaatkan voice command (perintah suara) untuk melakukan beberapa hal pun mulai mengalami peningkatan. Pihak Google mengungkap sebanyak dua puluh persen pencarian di Google dilakukan lewat suara atau Google Voice.

Hasil survei yang dilakukan MindMeld juga menunjukkan bahwa ada pertumbuhan signifikan terkait penggunaan perintah suara dalam produk mereka. Enam puluh persen responden mengatakan mulai mencoba menggunakan dua hal tersebut dalam dua belas bulan terakhir.


Chatbot | illustration

Tak canggung berinteraksi dengan bot

Menurut Antonny, ada beberapa hal positif terkait penggunaan bot dalam hal efisiensi kinerja. Sebagai contoh, dalam sebuah e-commerce, bot bisa digunakan sebagai customer service untuk menjawab pertanyaan yang tidak terlalu berat, seperti apakah barang masih ada atau berapa lama jangka waktu pengiriman.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post 4 Perilaku Komunikasi Konsumen di Era Digital yang Tiap Perusahaan Perlu Tahu appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Entrepreneur Life