Bentuk Tim Lokal, Musical.ly Fokus Garap Pasar Generasi Z di Indonesia


Ikhtisar

  • Generasi Z menjadi tantangan tersendiri bagi Musical.ly karena mereka cenderung lebih pemilih dalam pemakaian suatu layanan atau produk.
  • Musical.ly telah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan lokal di ranah hiburan, operator seluler, dan label rekaman untuk memperlancar model bisnis mereka.

Aplikasi komunitas kreator konten video online, Musical.ly pada tanggal 23 Agustus 2017 secara resmi mengumumkan kehadiran tim lokal mereka di Indonesia untuk merangkul dan memperluas penetrasi pasar mereka di negara ini.

Melalui keberadaan tim lokal tersebut, aplikasi yang telah menarik perhatian lebih dari dua ratus juta pengguna dari kalangan remaja di seluruh dunia tersebut berupaya untuk terus menjangkau pasar millenial Indonesia, terutama dari golongan Gen Z (remaja antara usia belasan hingga dua puluh tahun).

Country Manager Musical.ly Indonesia Teguh Wicaksono menjelaskan bahwa adalah hal yang tidak mudah bagi sebuah media komunitas untuk merangkul kalangan millenial dari Gen Z. Selain tantangan dari segi attention span (fokus pada suatu hal) yang pendek, pengguna internet dari golongan ini juga memerlukan pendekatan marketing secara khusus agar mampu membuahkan strategi bisnis dengan hasil yang efisien.

Indonesia-New-Generation-Photo

“Pada tahun 2010, Indonesia hampir 29 persennya diisi oleh generasi Gen Z. Mereka cenderung aware secara finansial sehingga lebih skeptis dalam melakukan transaksi pembelian dan realistis dalam melihat value sebuah produk,” ungkap Teguh.

Gandeng pihak-pihak terkait demi model bisnis

Melihat situasi yang ada, Musical.ly sebagai salah satu platform komunitas, bisa dibilang beruntung telah berhasil memperoleh irisan pasar mereka di kalangan millenial Indonesia.

Oleh karena itu sejak beberapa waktu sebelum tim lokal mereka resmi diumumkan ke publik, Musical.ly telah bergerak menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan lokal seperti Grup Ismaya, perusahaan telko Indosat Ooredoo, label musik Sony Music, dan Warner Music Indonesia.

Musically | Photo

Teguh menjelaskan kerja sama ini diwujudkan dalam berbagai macam bentuk, mulai dari promosi musisi lokal dari label rekaman terkemuka, bundel paket telko, kegitan kampanye marketing digital musik, dan lain-lain.

“Melalui kesempatan ini, kami sangat gembira dapat secara resmi mengumumkan misi kami untuk lebih memperkuat komunitas kreatif di Indonesia,” jelas teguh lagi.

Selain menjembatani keperluan strategi bisnis mereka, Musical.ly Indonesia juga berencana mengelola komunitas pengguna mereka yang identik dengan panggilan Musers. Ke depannya mereka akan mengupayakan sejumlah kegiatan komunitas untuk terus merangkul pengguna mereka yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.


Musical.ly sendiri bukan satu-satunya platform komunitas kreator video yang melihat adanya peluang dalam menggali potensi kalangan millenial di Indonesia.

Selain Musical.ly ada juga sejumlah platform komunitas kreator video yang bersaing secara tidak langsung memperebutkan basis pengguna dari kalangan millenial Indonesia seperti Bigo Live dan 17 Media.

Meskipun dari segi konsep penggunaannya berbeda, namun tak dapat dipungkiri bahwa konsep livestreaming mobile yang mereka tawarkan juga menarik perhatian kalangan millenial, tak terkecuali dari kalangan Gen Z.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

The post Bentuk Tim Lokal, Musical.ly Fokus Garap Pasar Generasi Z di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi