Bos Modalku dan IDN Media Berbagi Tip Bagaimana Membangun Startup

Reynold Wijaya masih ingat betul momen sulit ketika bisnis UKM keluarganya hampir bangkrut. Namun berkat pinjaman dari supplier, bisnis keluarga yang dikelola orang tuanya mampu bertahan dan tumbuh besar hingga saat ini.

Pengalaman tersebut yang kemudian mendorong Reynold mendirikan startup fintech Modalku bersama dua orang partnernya. Ia memilih membangun Modalku karena menganggap bisnis UKM merupakan segmen yang bisa tumbuh besar apabila diberikan bantuan yang baik.

Latar belakang Reynold membangun Modalku sedikit berbeda dengan Winston Utomo ketika mendirikan IDN Media. Mantan karyawan Google Singapura ini mengungkapkan dirinya terinspirasi membuat sebuah media yang dikhususkan untuk generasi millennial dan generasi Z karena menurutnya belum banyak media yang berfokus pada dua generasi tersebut.

Winston kemudian mulai mengerjakan pembuatan IDN Times (situs pertama dari IDN Media) yang pada awalnya hanya dianggap sebagai proyek sampingan. Namun setelah mendapat respons yang cukup baik dari pembaca, Winston memutuskan melanjutkan IDN Times dan mengembangkannya sampai sekarang.

Setelah merasakan jatuh bangun mendirikan startup, baik Reynold maupun Winston tentunya memiliki tip yang bisa dibagikan kepada pelaku startup pemula. Berikut beberapa tip yang mereka sampaikan saat berbincang dengan Tech in Asia Indonesia.


Cari mentor

Mentoring | Illustration

“Karena belajar dari mereka yang sudah pernah mengalami hal-hal yang akan kamu alami, sangat berguna untuk mengambil keputusan terbaik dan menghindari kesalahan fatal,” kata Reynold.

Siapkan mental

Winston berpendapat hal utama yang harus dimiliki pelaku startup pemula adalah kesiapan mental. Ia menyarankan kepada mereka yang baru mulai terjun ke dunia startup, agar meluangkan waktu bertanya pada diri sendiri ingin seperti apa lima tahun ke depan.

“Jika kamu melihat dirimu menjadi seorang entrepreneur, maka seluruh langkah dan keputusan yang kamu ambil harus mendekatkan dirimu pada tujuan tersebut,” ujar Winston.

Saran serupa juga dikatakan oleh Reynold. Menurutnya, membangun startup merupakan perjalanan yang panjang, berliku, dan sulit. “Pastikan kamu memiliki keberanian dan kegigihan. Jangan mudah menyerah demi mencapai target dan mimpi kamu,” ucapnya.

Jika kamu melihat dirimu menjadi seorang entrepreneur, maka seluruh langkah dan keputusan yang kamu ambil harus mendekatkan dirimu pada tujuan tersebut.

Bangun tim terbaik

“Karena pada akhirnya, tim yang akan menentukan kesuksesan bisnis kamu. Pastikan kamu memiliki dukungan dan tim sebaik mungkin,” kata Reynold.

Temukan yang kamu suka

Jika kamu menikmati apa yang kamu lakukan, itu tidak akan terasa seperti sebuah pekerjaan. Jadi, pastikan bahwa kamu benar-benar menyukai apa yang kamu kerjakan.

Sebelum membangun sebuah startup, Winston menyarankan agar seseorang mengetahui lebih dulu secara pasti apa yang benar-benar disukainya. Hal ini penting karena jika seseorang sudah mulai membangun startup, maka dia akan bekerja 24 jam sehari selama 365 hari dalam setahun.

“Dan perjalanannya tidak akan mudah. Namun, jika kamu menikmati apa yang kamu lakukan, itu tidak akan terasa seperti sebuah pekerjaan. Jadi, pastikan bahwa kamu benar-benar menyukai apa yang kamu kerjakan,” jelasnya.

Tertantang untuk patahkan keraguan

Challenge Comfort Zone| Ilustrasi

Reynold mengungkapkan pada awalnya banyak orang yang pesimistis terhadap model bisnisnya. Pengalaman dipandang sebelah mata juga dialami oleh Winston. Menurutnya, saat itu banyak pihak yang tidak yakin akan keputusannya membangun sebuah startup dan meninggalkan pekerjaan lamanya.

“Mereka bilang: ‘bagaimana mungkin kamu hanya dua anak muda (dengan William Utomo) bisa bersaing di industri yang didominasi oleh para pemain besar yang sudah ada puluhan tahun? Mereka memiliki modal lebih banyak, pengalaman lebih matang, dan pengetahuan lebih dalam’,” kata Winston menirukan ucapan orang-orang yang sempat ragu dengan keputusannya.

Namun ternyata keduanya mampu mematahkan keraguan tersebut. Reynold mengatakan Modalku bisa berkembang karena kegigihan hingga mampu menyalurkan kredit hampir Rp400 miliar di kawasan Asia Tenggara dengan rasio kredit macet yang masih terkontrol.

Sedangkan Winston, memandang keraguan beberapa pihak itu sebagai tantangan sehingga memacunya untuk memberi bukti bahwa IDN Media bisa menjadi sebuah media besar yang dapat membawa perubahan positif bagi generasi muda Indonesia.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan dan Septa Mellina)

The post Bos Modalku dan IDN Media Berbagi Tip Bagaimana Membangun Startup appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Entrepreneur Life