Chillax Bantu Pengguna Mencari Pemandu Wisata dengan Jadwal Fleksibel

Founder: Yoseph Chriisli
Industri: Pariwisata
Status pendanaan: bootstrap

  • Chillax merupakan platform yang memungkinkan penggunanya mencari pemandu wisata lokal ketika sedang berlibur.
  • Pengguna bisa menyusun sendiri jadwal liburannya selama berada di tempat wisata dan sudah mendapatkan transportasi dari pemandu wisata.
  • Pengguna juga bisa mengubah sendiri jadwal liburannya saat berada di tempat wisata. Dengan kata lain, pengguna tidak terikat seperti pada paket liburan pada umumnya.
  • Saat ini, Chillax baru melayani pemesanan untuk permintaan wisata di pulau Bali dan Flores dan berencana untuk menambah jangkauan layanannya ke wilayah lain di Indonesia.
  • Chillax mematok sebesar Rp400 ribu per hari termasuk bensin untuk pulau Bali. Sedangkan di Flores, harga yang ditetapkan sebesar Rp500 ribu per hari di luar ongkos bensin.

button ulasan startup


Saat ingin berlibur atau berwisata ke suatu tempat baru, Yoseph Chriisli kerap bingung kegiatan apa saja yang ingin dilakukannya di sana. Ia juga bingung mencari pemandu wisata yang fleksibel agar agenda liburannya tidak membosankan.

Karena itu, sejak Januari 2018 Yoseph resmi mendirikan Chillax, sebuah platform yang memungkinkan penggunanya mencari pemandu wisata lokal ketika sedang berlibur. Melalui Chillax, pengguna bisa menyusun sendiri jadwal liburannya selama berada di tempat wisata dan sudah mendapatkan transportasi dari pemandu wisata.

Pengguna juga bisa mengubah sendiri jawal liburannya saat berada di tempat wisata. Dengan kata lain, pengguna tidak terikat seperti pada paket liburan pada umumnya.

Bagi pemandu wisata yang menjadi mitra Chillax atau biasa disebut Chillax Assistant, aplikasi Chillax membantu mereka mendapatkan order lebih banyak. “Kalau tidak tahu mau ke mana, bisa juga dibuatkan jadwal oleh Chillax Assistant. Pengguna akan mendapat kontak Chillax Assistant dan saat hari H akan dijemput,” kata Yoseph yang kini menjadi CEO Chillax.

Saat ini, Chillax baru melayani pemesanan untuk permintaan wisata di pulau Bali dan Flores. Dalam waktu dekat, Chillax berencana menambah jangkauan layanannya di kota Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, dan Palembang demi mengejar momen Asian Games 2018.

Untuk harganya sendiri, Chillax mematok sebesar Rp400 ribu per hari termasuk bensin untuk pulau Bali. Sedangkan di Flores, harga yang ditetapkan sebesar Rp500 ribu per hari di luar ongkos bensin.

Untuk pembayarannya, pengguna bisa membayar melalui transfer bank. Dari pembayaran tersebut, mereka melakukan monetisasi dalam bentuk bagi hasil yakni 85 persen untuk Chillax Assistant dan 15 persen untuk Chillax.

“Monetisasi kami masih fokus di situ. Selanjutnya mungkin kami bisa melakukan pemasangan iklan yang bekerja sama dengan startup lain. Mereka bisa menjual produknya di dalam mobil,” ucapnya.

Masih batasi jumlah mitra

Chillax Assistant | Ilustrasi

Yoseph menjelaskan bahwa pemandu wisata lokal merupakan kompetitor mereka saat ini. Namun mereka juga berusaha merangkul mereka agar bersedia bergabung menjadi mitra. Meski begitu, Chillax tak serta merta menerima semua pemandu wisata yang ingin bergabung. Mereka masih membatasi jumlah pemandu wisata lokal yang bergabung dengan mereka.

“Mitra kami yang benar-benar siap baru di Bali dan Flores. Saat ini total mitra kurang lebih ada dua puluh orang. Di database kami ada lima puluh orang, tapi tidak langsung eksekusi. Kalau orderannya tidak tinggi, nanti mereka rebutan. Kami yang menyeleksi mitra,” ujarnya.

Yoseph mengklaim, mitra mereka merasa terbantu dengan kehadiran Chillax karena selama ini wisatawan hanya mengetahui jasa layanan mereka dari mulut ke mulut. Adapun di Indonesia, telah ada beberapa startup yang menghadirkan layanan yang hampir serupa seperti Tripal maupun Tripvisto. Situs travel online besar seperti Traveloka dan Airbnb pun telah menghadirkan layanan pemesanan aktivitas wisata lokal.

Tantangan meningkatkan brand awareness

Saat ini Chillax menghadapi tantangan untuk menumbuhkan kepercayaan pengguna agar mau mencoba layanan mereka. Menurutnya pengguna yang berasal dari Indonesia baru mau mencoba ketika sudah ada orang lain yang mencoba terlebih dahulu.

“Kebiasaan konsumen di Indonesia tidak mau mencoba yang baru. Setelah viral, mereka baru ikutan. Kami mau orang lokal dulu yang mencoba, tapi yang berani justru pengguna dari luar negeri,” kata Yoseph.

Agar kepercayaan pengguna semakin bertambah sekaligus meningkatkan brand awareness, Chillax kini melakukan kerja sama dengan influencer. Mereka sempat bekerja sama dengan seorang YouTuber, dan menurut Yoseph hasilnya cukup memuaskan. “Setelah dia buat videonya, banyak yang mendaftar,” ucapnya.

Selain tantangan meningkatkan kepercayaan pengguna, Chillax juga menghadapi tantangan lain dalam hal operasional di lapangan, utamanya soal quality control terkait layanan yang diberikan mitra Chillax. Menurut Yoseph, standar layanan di tiap daerah tidak bisa disamakan karena medannya yang berbeda. Sebagai contoh, kondisi jalan di Flores dan Bali tentu berbeda. Dan hal itu mempengaruhi layanan terkait kualitas transportasi yang diberikan.

(Diedit oleh Septa Mellina)

This post Chillax Bantu Pengguna Mencari Pemandu Wisata dengan Jadwal Fleksibel appeared first on Tech in Asia.

The post Chillax Bantu Pengguna Mencari Pemandu Wisata dengan Jadwal Fleksibel appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi