Djiugo Ingin Kikis Stigma Berkuda sebagai Olahraga Mahal


Founder: Reshwara Radinal
Industri: platform informasi olahraga berkuda
Status pendanaan: bootstrapping

  • Djiugo menyediakan berbagai kebutuhan berkuda mulai dari jasa pelatih kuda internasional hingga produk-produk perawatan kuda.
  • Monetisasi dilakukan dengan sistem komisi dari tiap transaksi yang terjadi. Saat ini, pengguna bisa membeli kuda, menyewa pelatih, atau membeli paket travel berkuda melalui Djiugo.

Selama menjadi atlet berkuda ketangkasan (equestrian), Reshwara Radinal menemukan tantangan besar untuk mendapatkan akses informasi dan layanan yang diperlukan para peminat olahraga berkuda. Reshwara kemudian terpikir membuat sebuah platform yang bisa menjadi solusi untuk menjawab seluruh kebutuhan seputar dunia berkuda.

Ide ini akhirnya terwujud setelah pada 14 September 2017 lalu Reshwara resmi memperkenalkan Djiugo, platform yang menyediakan informasi dan layanan lengkap untuk peminat olahraga berkuda. Djiugo menyediakan berbagai kebutuhan berkuda, antara lain:

  • Jasa pelatih kuda internasional,
  • Konsultasi jual beli kuda,
  • Direktori tempat penyedia layanan olahraga berkuda,
  • Paket tur berkuda di berbagai negara,
  • Hingga produk-produk perawatan kuda.

Djiugo turut menyediakan berita dan ulasan terkait kuda, baik dari dalam ataupun luar negeri. Melalui aplikasi ini, Reshwara juga ingin mengikis stigma bahwa berkuda merupakan olahraga mahal. Saat ini Djiugo bisa diakses melalui situs resminya atau melalui aplikasi iOS yang tersedia di Apple App Store.

Djiugo App | Photo

Reshwara Radinal selaku founder Djiugo (kanan) bersama istrinya, Nabila Syakieb (kiri), menunjukkan tampilan aplikasi Djiugo

“Kalau mau menekuni, mungkin lebih mahal. Tapi kalau hobi, enggak harus mahal. Misalnya, naik kuda hanya seminggu sekali, atau pergi ke restoran yang menyediakan layanan naik kuda. Kami ingin kembangkan market ini, karena dalam satu dua tahun ini saya melihat banyak peminat berkuda,” ujar Reshwara.

Hingga saat ini, Reshwara belum menemukan kompetitor di Indonesia yang membuat platform serupa seperti yang ditawarkan Djiugo. “Kalau di Belanda, ada aplikasi untuk beli kuda, tapi hanya perwakilan dari satu klub. Tidak ada news, blog, travel, atau direktori di mana tempat yang menyediakan layanan berkuda,” ucapnya.

Adapun saat ini, Djiugo belum mendapatkan investor dalam mengembangkan bisnisnya. Reshwara menuturkan pengembangan Djiugo masih menggunakan dana pribadinya, namun ia enggan mengungkapkan secara pasti berapa nominal dana yang telah digelontorkan.

Promosi lewat Instagram

Tampilan akun Instagram Djiugo

Hingga kini, Djiugo masih mengandalkan dua cara untuk mempromosikan platformnya. Yakni melalui promosi word of mouth atau mulut ke mulut, dan melalui media sosial Instagram.

“Kami masih gerilya, turun ke lapangan. Kami juga kembangkan relasi dengan komunitas berkuda. Promosi juga dilakukan lewat Instagram karena sekarang ini hampir semua orang punya akun Instagram,” ujar Reshwara.

Sembari promosi, Djiugo juga sudah melakukan monetisasi pada platformnya dengan sistem komisi dari tiap transaksi yang terjadi. Saat ini pengguna bisa membeli kuda, menyewa pelatih, atau membeli paket travel berkuda melalui Djiugo. Reshwara hanya mengatakan besaran komisi tersebut tidaklah besar.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Djiugo Ingin Kikis Stigma Berkuda sebagai Olahraga Mahal appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi