skip to Main Content

Ikuti Perubahan Tren Belanja, Nutricia Sarihusada Bermitra dengan E-Commerce


Ikhtisar
  • Nutricia Sarihusada kini juga menggandeng beberapa e-commerce untuk memasarkan produk-produknya untuk mengikuti tren perubahan pola belanja dari offline ke online.
  • Nutricia Sarihusada juga tengah berdiskusi internal apakah mereka akan membuat platform online sendiri untuk memasarkan produk-produknya.

Tren perubahan pola belanja masyarakat dari offline ke online sudah disadari oleh Nutricia Sarihusada sejak beberapa tahun yang lalu. Demi mengikuti pergeseran tren tersebut, Nutricia Sarihusada kini juga menggandeng beberapa e-commerce untuk memasarkan produk-produknya.

Menurut Director Sales Danone Early Life Nutrition, Michael Toh, pihaknya sudah bekerja sama dengan Lazada, JD.ID, dan Orami dalam rangka memasarkan produknya melalui platform e-commerce. Melalui kerja sama ini, Nutricia Sarihusada juga mengikuti program-program yang diselenggarakan  mitra e-commerce mereka. Yang terbaru, Nutricia Sarihusada turut berpartisipasi dalam program Online Revolution 11.11 yang dilakukan Lazada.

Director Sales Danone Early Life Nutrition, Michael Toh

Sebagai perusahaan, kami tidak hanya bergabung dengan platform online. Organisasi kami juga sedikit berubah strukturnya untuk membantu perkembangan ini. Karyawan dipilih khusus yang pintar e-commerce agar bisa belajar lebih cepat mengenai tren tersebut

Michael Toh,
Director Sales Danone Early Life Nutrition

Nutricia Sarihusada, kata Michael, saat ini juga tengah mendiskusikan secara internal apakah mereka akan membuat platform online sendiri untuk memasarkan produk-produknya. Namun menurutnya hal itu bukan menjadi fokus utama mereka saat ini.

“Yang penting bukan platformnya. Tapi bagaimana konsumen, di mana pun mereka berada, bisa mendapat produk kami. Di industri kami ada dua jalur, yakni offline dan online. Kalau offline, tantangannya ada batasnya. Contoh, tidak di semua pulau ada produk kami. Kami mau di tiap pelosok Indonesia ada produk kami. Apakah itu melalui jalur offline atau online, yang penting produk kami bisa sampai di tempat konsumen berada,” jelas Michael.

Ketika memilih bermitra dengan e-commerce, Michael menuturkan pihaknya juga mempertimbangkan komitmen kecepatan pengantaran barang yang ditawarkan platform tersebut. Ke mana pun barang pesanan itu akan diantar, baik di wilayah kota maupun daerah pelosok di Indonesia, pihaknya hanya memberikan toleransi produk sampai ke tangan konsumen maksimal dua hari.

“Kami menginginkan partner yang bisa membantu konsumen kalau beli secara online bisa mendapatkan barangnya dua hari kemudian. Itu skenario paling bagus. Karena ini bukan produk garmen, ini makanan. Saya harus pastikan produk itu sampai ke tangan konsumen secepat mungkin,” ucapnya.

Adapun strategi menggandeng e-commerce sebagai mitra pemasaran produk juga dilakukan oleh Unilever. Bekerja sama dengan Blibli, Unilever mengumumkan bahwa mereka menghadirkan Unilever Anchor Store di platform Blibli. Bagi Unilever, Blibli bukan satu-satunya e-commerce yang melakukan kemitraan untuk memasarkan produk mereka. Mereka juga bekerja sama dengan AlfacartTokopediaLazada, ataupun Shopee.

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post Ikuti Perubahan Tren Belanja, Nutricia Sarihusada Bermitra dengan E-Commerce appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi

Back To Top