iSeller Sediakan Layanan E-commerce untuk Bantu UKM Buat Toko Online


Ikhtisar
  • iSeller menyediakan solusi manajemen toko terpadu, mulai dari pemantauan stok barang hingga penjualan produk, agar para penggunanya dapat mengoperasikan usaha masing-masing dengan lebih efisien.
  • Dibanding layanan serupa lain, iSeller mengklaim mematok biaya komisi yang lebih rendah. Semua paket layanannya pun memiliki fitur serupa, dengan perbedaan di jumlah jenis produk yang bisa diunggah.

Melihat proses transaksi yang belum terintegrasi dari para pelaku usaha kecil menengah (UKM) serta masih terbatasnya ruang lingkup mereka ketika menawarkan produk, Jimmy Petrus kemudian terpikir mengembangkan platform bernama iSeller pada Juni 2016 yang bertujuan membantu mereka mengembangkan bisnis masing-masing.

Pada dasarnya, iSeller merupakan platform berbasis cloud yang memungkinkan pedagang memantau laporan penjualan dan inventori barang secara online ataupun offline melalui layanan point of sale (POS). Selain menyediakan layanan POS, iSeller juga menyediakan layanan pembuatan toko online, sinkronisasi dengan beberapa penyedia jasa logistik, dan fitur untuk menerima berbagai macam jenis pembayaran termasuk kartu kredit.

iSeller | Screenshot

Menurut Jimmy, dengan menyatukan semua kebutuhan tersebut dalam satu platform, maka bisnis UKM bisa berjalan lebih efektif dan hemat biaya. “Ini satu paket yang lebih efisien dari sisi biaya operasional ataupun produktivitas peritel,” ujar Jimmy. “Hanya dengan satu wadah, UKM bisa berjualan offline dan online dengan brand sendiri, serta menerima beragam pembayaran dan memantau stok secara real time.”

Untuk meningkatkan awareness bahwa iSeller menyediakan solusi untuk bisnis terpadu, Jimmy memberikan kesempatan kepada pelaku UKM untuk mencoba merasakan langsung fitur dan keuntungan yang ditawarkan iSeller. Selain itu, pihaknya juga memberikan promo gratis berlangganan layanan mereka selama dua hingga tiga bulan. “Kami juga bekerja sama dengan beberapa motivator untuk menyosialisasikan benefit layanan iSeller bagi bisnis mereka,” ucapnya.

Adapun untuk layanannya, iSeller menyediakan beragam paket mulai dari Starter hingga Unlimited. Jimmy menjelaskan dari beragam paket itu perbedaannya bukan pada fiturnya, melainkan pada jumlah maksimal produk yang bisa diunggah.

“Tarifnya mulai dari Rp250.000 hingga Rp1,8 juta per bulan. Paket Starter bisa mengunggah hingga lima ratus produk,” jelas Jimmy. “Kalau fitur, kami buka semuanya mulai dari Starter sampai Unlimited.”

Terapkan beragam cara monetisasi

iSeller | Screenshot

Jimmy mengatakan monetisasi yang dilakukan iSeller tak hanya dari biaya langganan. Mereka juga melakukan monetisasi dengan menjual alat fisik yang dibutuhkan pelaku UKM agar bisa memakai layanan POS.

Selain itu, iSeller juga melakukan monetisasi melalui sistem pembayaran komisi yang didapatkan dari penyedia jasa pengiriman logistik. Mereka juga mendapat komisi sebesar 2,75 persen dari tiap transaksi klien yang menerima pembayaran menggunakan kartu kredit.

“Namun dari iSeller ada sekian persen lagi yang kami bayarkan ke principle. Jadi bersih (komisi yang diterima dari pembayaran kartu kredit) 0,3-0,5 persen tergantung principle. Kami masih yang termurah untuk ukuran UKM,” klaim Jimmy.

Adapun di Indonesia ada beberapa startup lain yang juga menyediakan layanan hampir serupa. Seperti Olsera yang menawarkan layanan POS dan pembuatan toko online, serta ada juga Pawoon yang menawarkan layanan manajemen ritel atau cabang, laporan transaksi penjualan, manajemen stok, hingga manajemen pelanggan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post iSeller Sediakan Layanan E-commerce untuk Bantu UKM Buat Toko Online appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi