Jaringan Co-Working Space EV Hive Raih Pendanaan Pra Seri A Rp46 Miliar


Ikhtisar
  • Pendanaan kali ini dipimpin oleh Insignia Venture Partners, serta diikuti oleh beragam investor lain seperti East Ventures1, SMDV, Sinar Mas Land, Intudo Ventures, dan Pandu Sjahrir.
  • Dana segar tersebut hendak dipergunakan untuk membuka layanan baru di luar co-working space, seperti hunian bersama (co-living space) hingga pergudangan (co-warehousing).

Pada 14 September 2017, jaringan co-working space asal Indonesia EV Hive mengumumkan telah mendapat pendanaan Pra Seri A sebesar US$3,5 juta (sekitar Rp46 miliar). Investasi ini dipimpin oleh Insignia Venture Partners, modal ventura yang baru didirikan oleh mantan Partner di Sequoia Capital, Yinglan Tan.

Investor sebelumnya dari EV Hive, seperti East Ventures1, SMDV, dan Sinar Mas Land, serta investor baru seperti Intudo Ventures dan Pandu Sjahrir, juga turut berpartisipasi dalam pendanaan ini.

Dengan dana segar ini, mereka berencana untuk membuka layanan baru seperti penyediaan tempat tinggal (co-living) serta gudang (co-warehousing). Sang CEO, Carlson Lau, menyatakan bahwa hal tersebut ia lakukan demi memenuhi kebutuhan komunitas pengguna yang mereka layani.

Carlson Lau EV Hive

Carlson Lau, CEO EV Hive

EV Hive pada awalnya merupakan bagian dari modal ventura East Ventures1. Pada awal tahun 2017, mereka menjadi sebuah unit usaha yang terpisah. Hingga kini mereka telah memiliki tujuh lokasi, dan mengklaim sebagai jaringan co-working space terbesar di Indonesia.

Sebelumnya, EV Hive juga telah menjalin kemitraan dengan sebuah co-working space asal Singapura, Bash. Berkat kerja sama itu, para anggota mereka pun bisa menggunakan fasilitas Bash ketika mereka tengah berkunjung ke negeri jiran tersebut.

Selain itu, EV Hive pun telah bekerja sama dengan pemerintah DKI Jakarta untuk mengelola sebuah aset pemerintah yang kini bernama Jakarta Smart City (JSC) Hive.

DI tanah air sendiri telah ada beberapa jaringan co-working space yang cukup besar, seperti Cre8, Freeware Spaces, hingga ReWork yang baru saja mendapatkan pendanaan US$3 juta (sekitar Rp39 miliar) dari UrWork. Perusahaan co-working space besar asal Amerika Serikat, WeWork, pun telah memasuki pasar Indonesia dengan mengakuisisi Spacemob.


  1. East Ventures menanamkan investasi di Tech in Asia. Baca halaman etika kami untuk informasi lebih lanjut.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Jaringan Co-Working Space EV Hive Raih Pendanaan Pra Seri A Rp46 Miliar appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi