J&T Express Investasi Rp800 Miliar demi Garap Pasar E-commerce Indonesia


Ikhtisar
  • Pertumbuhan sektor e-commerce di Indonesia yang mencapai tujuh belas persen dalam sepuluh tahun terakhir membuat J&T Express serius menggarap bisnis tersebut sebagai pasar utama.
  • J&T Express menggelontorkan dana hingga Rp800 miliar yang dipakai untuk perluasan lahan tempat usaha di Pulau Jawa, serta pengembangan inovasi layanan digital miliknya.

Aulia E. Marinto selaku Ketua Umum Indonesian E-commerce Association (idEA) menyebut pertumbuhan e-commerce di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia. Data sensus ekonomi 2016 dari Badan Pusat Statistik menunjukkan industri e-commerce di Indonesia tumbuh sekitar tujuh belas persen dalam sepuluh tahun terakhir, dengan total jumlah usaha e-commerce mencapai 26,2 juta unit. Pertumbuhan yang tinggi di Indonesia membuat perusahaan pengiriman paket kilat J&T Express memilih fokus menggarap e-commerce sebagai pasar utama mereka.

CEO J&T Express Robin Lo mengatakan bisnis pengiriman barang memiliki beberapa kategori, dan pengiriman ekspres merupakan salah satunya. Untuk pengiriman ekspres, kata Robin, lebih fokus pada kecepatan pengiriman dan barang yang beratnya lebih ringan.

Brand Ambassador J&T Express, Deddy Corbuzier (tengah), berfoto bersama ​founder J&T Express dan OPPO Indonesia, ​Jet Lee (kiri), dan CEO J&T Express, ​​Robin Lo (kanan).

E-commerce di Indonesia sedang berkembang. Kami memberikan solusi ekspres karena pelanggan membutuhkan kecepatan, keamanan, dan pelayanan yang bagus,” ujar Robin. “Kami percaya bahwa e-commerce tanpa didukung pelayanan pengiriman cepat, tidak akan berkembang bisnisnya.”

Dikatakannya, saat ini pelaku e-commerce memberikan kontribusi sebesar enam puluh persen dari keseluruhan bisnis J&T Express. Pihaknya pun menargetkan konsumen yang berasal dari pelaku e-commerce bisa meningkat hingga delapan puluh persen.

Ekspansi lahan hingga dukungan teknologi

Demi memberikan pelayanan maksimal pada pelaku e-commerce yang menjadi target pasar utamanya, J&T Express telah melakukan beberapa upaya strategis untuk memperkuat bisnis.

Saat ini J&T Express sedang melakukan pengembangan lahan di beberapa kota di Pulau Jawa, yakni Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Setiap lahannya memiliki luas sepuluh ribu meter persegi dan bisa menyortir hingga satu juta paket per hari. Untuk penambahan lahan di beberapa kota ini, J&T Express menggelontorkan dana investasi sekitar Rp800 miliar.

Armada J&T Express | Ilustrasi

Selain menambah luas lahan, J&T Express juga melakukan inovasi di bidang teknologi untuk mempermudah pelanggannya ketika memproses pesanan konsumen. Salah satu inovasi itu membuat pelanggan J&T tak perlu lagi memasukkan nomor resi ke platform e-commerce, marketplace, atau toko online secara manual. Nomor resi itu sudah secara otomatis muncul di platform masing-masing.

“Ketika ada order masuk, data masuk ke sistem kami dari platform tersebut, dan bisa langsung dicetak resinya. Kami dorong semuanya bisa otomatis, enggak manual lagi. Dengan begitu lebih hemat biaya, tidak perlu petugas admin untuk memasukkan nomor resi konsumen,” jelas Robin.

Para penyelenggara layanan logistik lain juga tidak ketinggalan melakukan inovasi digital, salah satunya seperti yang dilakukan oleh SiCepat Ekspres. Berbeda dengan J&T Express, SiCepat Ekspres mengirimkan nomor resi pada penerima barang melalui stiker barcode yang telah dipindai.

Saat barcode yang tertempel di barang kiriman terpindai, pengirim akan menerima nomor resi melalui email secara real time, sedangkan penerima akan menerima nomor resi melalui SMS.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post J&T Express Investasi Rp800 Miliar demi Garap Pasar E-commerce Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi