Kumpulan Buku Startup dan Entrepreneurship Pilihan Minggu Ini – 6 Mei 2017

Seperti biasa, setiap minggunya saya terus menghadirkan daftar buku-buku tentang dunia startup dan entrepreneurship yang menarik untuk kamu baca. Kali ini, ada buku yang mengisahkan persaingan Apple dan Google, fenomena kehidupan para founder di Silicon Valley, hingga kisah di balik inkubator terkenal Y Combinator.

Selain itu, saya juga menampilkan buku yang berisi langkah-langkah membuat produk yang memikat banyak pengguna, serta cara melakukan monetisasi dengan baik. Selamat menikmati.


The Launch Pad: Inside Y Combinator, Silicon Valley’s Most Exclusive School for Startups

The Launch Pad

The Launch Pad adalah sebuah buku yang menceritakan berbagai kisah di balik inkubator startup terkenal asal Amerika Serikat, Y Combinator. Inkubator tersebut didirikan oleh Paul Graham, seorang developer terpandang di Silicon Valley.

Dua kali dalam setahun, Y Combinator membuka pendaftaran untuk para founder yang nantinya akan diberi tugas untuk mengubah ide mereka menjadi bisnis yang menguntungkan dalam waktu cepat. Saat ini, mereka telah meluluskan 1.464 startup dengan total valuasi lebih dari US$80 miliar (sekitar Rp1.000 triliun). Namun sekitar lima puluh persen dari nilai tersebut sebenarnya hanya berasal dari dua startup, yaitu Dropbox dan Airbnb.

Dalam buku ini, jurnalis Randall Stross mengungkap proses terbentuknya Y Combinator, dan berbagai cerita menarik di dalamnya. Contohnya adalah kisah tentang startup pembuat situs untuk korporat yang bernama BizPress. Setelah menjalani program, mereka kemudian menyadari kalau produk mereka tidak bisa diterima pasar, dan beralih membuat situs belajar pemrograman bernama Codecademy, yang justru meraih kesuksesan.

Kamu bisa mendapatkan buku The Launch Pad di sini

Hooked: How to Build Habit-Forming Products

Hooked

Sumber gambar: MindTheProduct

Bagaimana perusahaan-perusahaan sukses bisa membuat produk yang sangat diinginkan masyarakat? Mengapa beberapa produk bisa sukses mengundang perhatian pengguna, sedangkan produk lain justru gagal? Berbagai pertanyaan tersebut tentu selalu ada di kepala para founder startup, Product Manager, hingga desainer.

Dan untuk menjawab hal tersebut, Nir Eyal pun menghadirkan sebuah teori yang ia sebut Hook Model, dalam bukunya yang berjudul Hooked. Hook Model sendiri merupakan empat langkah spesial yang dilakukan para perusahaan sukses agar produk mereka bisa disukai oleh para pengguna.

Menurut Eyal, bisa sebuah produk telah berhasil terpatri dalam pikiran manusia, maka mereka akan terus menggunakan produk tersebut tanpa perlu dorongan dari luar seperti iklan. Dalam buku ini, Eyal menjelaskan beberapa contoh kisah sukses, mulai dari iPhone, Twitter, Pinterest, hingga sebuah aplikasi pembaca Injil.

Tertarik untuk membaca Hooked? Dapatkan bukunya di sini (Bahasa Indonesia)

Dogfight: How Apple and Google Went to War and Started a Revolution

Dogfight

Sumber gambar: DigitalJournal

Perkembangan smartphone saat ini telah benar-benar mengubah masyarakat dunia. Namun di balik perkembangan tersebut, ada dua perusahaan teknologi besar yang menjadi sorotan, yaitu Apple yang merupakan produsen iPhone, serta Google yang kini merupakan pengembang sistem operasi Android.

Seorang jurnalis bernama Fred Vogelstein menemukan kalau persaingan antara kedua perusahaan tersebut begitu sengit, dan menarik untuk disimak. Mereka sama-sama berpacu mengembangkan teknologi, mengakuisisi berbagai perusahaan, hingga saling mengirimkan tuntutan hukum dan membajak karyawan satu sama lain. Ia pun merangkumnya dalam buku Dogfight.

“Kemajuan dunia media dan teknologi yang dimulai oleh iPhone, perkembangan cepat dari Android, hingga revolusi yang dibawa iPad, telah membuat sebuah ‘badai besar’ yang terjadi selama bertahun-tahun setelah Steve Jobs wafat,” ujar Vogelstein dalam buku ini.

Ingin mempunyai buku Dogfight ini? Dapatkan di sini

Valley of the Gods: A Silicon Valley Story

Valley of The Gods

Sumber gambar: Elle

Satu lagi buku tentang kisah di balik layar dari pusat ekosistem startup dunia, Silicon Valley. Kali ini giliran seorang jurnalis bernama Alexandra Wolfe yang mengungkap cerita-cerita menarik tersebut dalam buku Valley of The Gods.

Dalam buku ini, Wolfe menceritakan bagaimana para founder di Silicon Valley rutin pergi ke pusat kebugaran agar tubuh mereka tetap sehat, bagaimana mereka mendatangi pesta yang penuh dengan hidangan sushi, hingga bagaimana mereka berkencan satu sama lain. Wolfe juga menunjukkan perbedaan pemikiran mereka dalam membangun startup, dengan pola pikir mereka ketika kuliah.

Dapatkan buku Valley of The Gods di sini

Monetizing Innovation: How Smart Companies Design the Product Around the Price

Monetizing Innovation

Sumber gambar: StartupNation

Setelah membangun produk yang baik, langkah selanjutnya yang harus dilakukan para founder adalah membuat produk tersebut agar bisa menghasilkan uang. Sayangnya, menurut Madhavan Ramanujam dan Georg Tacke, banyak founder yang salah langkah dalam melakukannya (sekitar 72 persen). Hal inilah yang berusaha mereka atasi dengan membuat buku Monetizing Innovation.

Dalam buku ini, Ramanujam dan Tacke merangkum hal-hal penting dalam melakukan monetisasi yang mereka pelajari dari sepuluh ribu proyek pengembangan inovasi, ke dalam sembilan langkah singkat. Untuk memudahkan pembaca, mereka pun memberikan ilustrasi bagaimana langkah-langkah tersebut dilakukan oleh berbagai perusahaan besar seperti LinkedIn, Uber, Porsche, hingga perusahaan perhiasan Swarovski.

Tertarik untuk membaca buku Monetizing Innovation? Dapatkan di sini

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post Kumpulan Buku Startup dan Entrepreneurship Pilihan Minggu Ini – 6 Mei 2017 appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Entrepreneur Life