Layanan Payment Gateway Red Dot Payment Raih Pendanaan Seri B Senilai Rp68 Miliar


Ikhtisar
  • Pendanaan ini diikuti oleh para investor terdahulu mereka: co-founder Skype Toivo Annus, GMO Venture Partners, Wavemaker Partners, serta MDI Ventures.
  •  Dana segar ini akan digunakan untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam membuat solusi yang khusus dibuat untuk industri-industri tertentu.

Pada tanggal 11 September 2017 kemarin, layanan online payment gateway asal Singapura Red Dot Payment mengumumkan bahwa mereka telah mendapatkan pendanaan Seri B senilai US$5,2 juta (sekitar Rp68,5 miliar).

Pendanaan ini diikuti oleh para investor terdahulu mereka: co-founder Skype Toivo Annus, GMO Venture Partners, Wavemaker Partners, serta perusahaan modal ventura milik Telkom, MDI Ventures. Dalam pendanaan ini, perusahaan investasi asal Singapura DORR Group pun turut bergabung.

Gurmit Singh, Chief Marketing Officer Red Dot Payment, menyatakan kepada Tech in Asia bahwa pihaknya akan menggunakan dana segar ini untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam membuat solusi yang khusus dibuat untuk industri-industri tertentu. Dengan begitu, mereka akan terintegrasi dengan lebih baik dengan sistem pengolahan data dan pembayaran yang telah dimiliki oleh sang klien.

Red Dot Payment | Screenshot

Contohnya adalah apa yang mereka lakukan dengan perusahaan pengelola properti Ascott. Keduanya mengembangkan platform pembayaran unik yang disebut Token. Dengan begitu, data sensitif seperti nomor kartu kredit pengguna, akan tetap aman.

“Kami merupakan bisnis yang berbasis teknologi, karena itu kami harus terus memperkuat, mengembangkan, dan mengambil nilai tambah dari infrastruktur teknis kami. Dan dana segar ini memungkinkan kami untuk melakukan itu, serta untuk mengembangkan bisnis kami di Asia Tenggara,” jelas Singh.

Red Dot Payment sendiri merupakan layanan yang memungkinkan pemilik bisnis online untuk menerima berbagai jenis pembayaran. Tak hanya pembayaran online, mereka pun telah memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi di toko offline dengan pembayaran mobile, seperti dengan kode QR, nomor telepon, serta dengan layanan dompet digital milik Bank DBS, yaitu PayLah.

Sebelumnya, Red Dot Payment telah mendapat pendanaan Seri A dari GMO dan Wavemaker Partners pada bulan September 2014, yang diikuti oleh pendanaan lanjutan dari MDI Ventures pada bulan Agustus 2016 yang lalu.

Mereka kini telah mempunyai kantor di Singapura, Bangkok, dan Jakarta. Menarik untuk ditunggu bagaimana mereka akan bersaing dengan layanan yang telah ada, seperti Midtrans dan Doku.

(Diedit oleh Septa Mellina)

The post Layanan Payment Gateway Red Dot Payment Raih Pendanaan Seri B Senilai Rp68 Miliar appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi