Layani 1 Juta Transaksi Per Bulan, Startup Aktivitas Wisata Klook Raih Pendanaan Rp810 Miliar


Ikhtisar

  • Investasi Seri C ini dipimpin oleh Goldman Sachs serta investor mereka sebelumnya, Sequoia Capital dan Matrix Partners.
  • Klook adalah layanan penyedia aktivitas wisata dan terlah memiliki kantor di berbagai kota Asia Tenggara, mulai dari Jakarta, Singapura, Bangkok, Ho Chi Min City, Manila, dan Kuala Lumpur.

Pada tahun 2014 yang lalu, Eric Gnock Fah mendirikan sebuah startup travel yang bernama Klook di Hong Kong. Tidak ingin terjebak persaingan dengan perusahaan besar di bisnis pemesanan tiket dan hotel, ia pun mencoba fokus ke bisnis pariwisata yang lain, seperti pemesanan aktivitas wisata, skydiving, hingga penjualan tiket masuk tempat wisata.

Saat ini, Klook telah berkembang dan mempunyai kantor di berbagai kota di Asia Tenggara, mulai dari Jakarta, Singapura, Bangkok, Ho Chi Min City, Manila, dan Kuala Lumpur. Mereka pun akan menambahkan Bahasa Indonesia, Vietnam, dan Thailand, ke dalam layanan mereka pada akhir bulan ini.

Berkat perkembangannya tersebut, pada tanggal 25 Oktober 2017 ini Klook mengumumkan bahwa mereka telah berhasil mendapat pendanaan Seri C senilai US$60 juta (sekitar Rp810 miliar). Investasi tersebut dipimpin oleh Goldman Sachs serta investor mereka sebelumnya, Sequoia Capital dan Matrix Partners.

Investasi tersebut membuat total dana yang mereka terima sejak berdiri hingga kini mencapai US$97 juta (sekitar Rp1,3 triliun). “Kami akan menggunakan dana segar tersebut untuk mempercepat ekspansi global kami,” tutur Fah kepada Tech in Asia.

Incar kenaikan transaksi saat Olimpiade Tokyo

Klook-Team_3

Saat ini, Klook telah mempunyai koleksi 30 ribu aktivitas perjalanan di 120 negara dalam platform mereka. Dalam sebulan, mereka bisa menerima satu juta pesanan yang mayoritas datang dari para pengguna di Asia. Mereka saat ini telah mempunyai sekitar empat ratus orang karyawan.

Fah, yang saat ini menempati posisi sebagai COO, memimpin langsung ekspansi Klook ke berbagai negara. Ia bahkan berniat membuka kantor di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 2018 nanti. Kehadiran Goldman Sachs sebagai investor tentu bisa membantu mereka berekspansi ke negara-negara barat tersebut.

“Kami mengharapkan kenaikan jumlah permintaan dengan diadakannya event internasional di Asia, seperti Olimpiade Musim Dingin 2018 di Korea, dan Olimpiade 2020 di Tokyo,” jelas Fah.

Menarik untuk ditunggu bagaimana perkembangan Klook di Indonesia setelah pendanaan ini, mengingat startup travel online besar seperti Traveloka saat ini pun telah merambah ke bisnis aktivitas wisata.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

The post Layani 1 Juta Transaksi Per Bulan, Startup Aktivitas Wisata Klook Raih Pendanaan Rp810 Miliar appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi