skip to Main Content

OVO Bakal Hadirkan Layanan Paylater dan Pinjaman Modal Usaha


Ikhtisar
  • OVO berencana memperluas cakupan layanan keuangan miliknya dengan menawarkan pinjaman pada merchant yang telah lama berafiliasi dengannya, atau memberikan penundaan pembayaran di marketplace online.
  • Sederet fitur keuangan baru tersebut akan diterapkan secara bertahap, mulai dari kuartal pertama tahun 2019.

Pada 20 Desember 2018, Chief Product Officer OVO Albert Lucius membeberkan strategi perusahaannya untuk merambah layanan keuangan (financial service) pada tahun 2019. Layanan transaksi nontunai milik Lippo Group tersebut akan menghadirkan beberapa fitur baru, meliputi:

  • Paylater (untuk transaksi di Tokopedia),
  • Pemberian pinjaman (bukan peer-to-peer lending), dan
  • Asuransi bagi transaksi e-commerce.

Layanan keuangan sebenarnya bukan hal baru dalam OVO. Sebelumnya, mereka telah menyediakan beberapa fitur finansial, seperti pembayaran iuran BPJS dan polis asuransi LippoInsurance.

Demi meningkatkan dan melayani pengguna OVO

Penambahan beberapa fitur baru ini merupakan bagian dari strategi OVO setelah layanan tersebut bermitra bersama Grab, Tokopedia, dan Kudo pada 2018. Langkah tersebut mereka lakukan demi memperluas adopsi masyarakat yang menggunakan layanannya.

Albert mengungkapkan pihaknya melihat peluang sangat besar di ranah layanan keuangan, terlebih lagi dengan pertumbuhan OVO yang ia klaim pesat dalam beberapa bulan terakhir. Total Payments Volume (TPV) OVO disebut naik 75 kali lipat sejak November 2017, dengan peningkatan jumlah pengguna mencapai 400 persen.

Setelah berkembang dari segi jaringan, kemitraan, dan lain-lain, di tahun berikutnya kita akan buka financial services. Semuanya akan dimulai pada tahun 2019.

Albert Lucius,
Chief Product Officer OVO

Albert, yang sebelumnya merupakan co-founder sekaligus CEO Kudo, menyebutkan OVO telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan untuk memperluas layanan keuangan. Sebelumnya mereka telah memperoleh izin penyelenggaraan layanan dompet elektronik dari Bank Indonesia.

OVO belum menjelaskan secara detail tentang produk pinjaman yang akan mereka tawarkan ke depan. Yang jelas, mereka akan menawarkan pinjaman sebagai modal usaha bagi pihak merchant yang telah lama menggunakan layanannya.

OVO Kata Data | Photo

Sumber: KataData

Retail masih jadi sektor potensial

Meski berancang-ancang melakukan ekspansi ke ranah layanan keuangan tahun depan, mereka mengaku tak akan melupakan sektor retail. Bagi OVO, sektor tersebut adalah salah satu penyumbang pertumbuhan basis pengguna tertinggi selama 2018, selain dari sektor transportasi.

Mereka akan terus memperluas jangkauan integrasi ke berbagai industri retail yang paling sering dikunjungi masyarakat, seperti mal, warung, toko kelontong, dan lainnya. Baru kemudian merambah layanan ​online-to-offline dan ​e-commerce.​

Demi memperkuat posisinya dalam ranah e-commerce, OVO secara terbatas mulai melayani penundaan pembayaran untuk transaksi e-commerce di Tokopedia (Paylater). OVO menggandeng Taralite, perusahaan keuangan yang pada 2017 mendapat pendanaan dari SBI Group asal Jepang, untuk menghadirkan fitur ini.

Sebagai penutup, Albert menjelaskan bahwa semua fitur layanan keuangan OVO akan hadir secara bertahap dimulai dari kuartal pertama tahun 2019. “Yang mana duluan, yang jelas fitur ini akan berjalan secara paralel karena targetnya berbeda-beda.”

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post OVO Bakal Hadirkan Layanan Paylater dan Pinjaman Modal Usaha appeared first on Tech in Asia.

The post OVO Bakal Hadirkan Layanan Paylater dan Pinjaman Modal Usaha appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi

Back To Top