ReCharge Sediakan Sewa Power Bank Harian di Pusat-Pusat Perbelanjaan


Founder: Dick Listijono, Irwan Tjahaja
Industri: layanan sewa power bank
Status pendanaan: tidak disebutkan

  • ReCharge menyediakan layanan sewa power bank yang bisa diambil di sejumlah pusat perbelanjaan, kafe, hingga co-working space di Jakarta dengan biaya Rp10.000 per hari.
  • Pengguna hanya perlu mengunduh aplikasi mobile untuk mengetahui lokasi mesin power bank ReCharge terdekat, serta melakukan pembayaran dengan cara mengisi saldo di akun masing-masing.

button ulasan startup


Ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan perangkat smartphone akhir-akhir ini mendorong kemunculan perangkat elektronik baru. Salah satu perangkat elektronik demi memenuhi kebutuhan pengguna akan perangkat yang selalu terisi daya dalam menjalankan rutinitas sehari-hari adalah power bank.

Dalam perkembangannya, kebutuhan ini pun kemudian melahirkan bisnis startup berupa layanan sewa power bank otomatis. Bahkan sebuah startup di Cina yang menawarkan layanan ini telah memperoleh investasi hingga mencapai CN¥300 juta (sekitar Rp650 miliar).

Peluang untuk menarik pasar yang sama di Indonesia inilah yang kemudian coba dibidik oleh Dick Listijono bersama koleganya Irwan Tjahaja. Selepas menyaksikan praktik bisnis sewa power bank di Cina tahun 2017, Dick memutuskan untuk menerapkan bisnis serupa di Indonesia lewat startup miliknya yang bernama ReCharge.

Adaptasi skema sewa power bank yang populer di Cina

Skema bisnis pengisian daya baterai smartphone bukanlah hal baru di Cina. Penduduk negara tersebut sebelumnya sudah menikmati stasiun pengisian daya yang dioperasikan menggunakan koin di sejumlah pusat perbelanjaan dan fasilitas transportasi sejak awal 2013.

Akibat profitabilitas rendah, perusahaan-perusahaan penyedia stasiun pengisian daya di Cina pun terpaksa mengubah cara monetisasi layanan pengisian baterai masing-masing. Antara lain dengan menciptakan perangkat power bank khusus yang hanya bisa diisi ulang melalui gerai mesin otomatis.

Guna menerapkan bisnis sewa power bank di Indonesia, Dick yang awalnya berlatar belakang bisnis konvensional menjelaskan butuh waktu lama untuk mempelajari dan beradaptasi dengan penerapan skema bisnisnya yang “tidak biasa”.

Ia sempat melalui fase rumitnya meraba model bisnis ini di awal. Beruntung berkat bantuan dari teman terdekatnya dan anggota keluarga, ia mulai bisa membangun tim, membangun aplikasi mobile pendukung, dan mengeksekusi bisnis ini kepada pelanggan yang potensial.

Kami kemudian mengadaptasi skema bisnis ini di Indonesia, dengan berfokus pada kepekaan kebutuhan pasar (terutama di kota-kota besar).

Dick Listjiono,
CEO ReCharge

Tawarkan sewa murah mulai dari Rp10.000 per hari

Sebagai perusahaan berbasis teknologi IoT, ReCharge bertujuan membantu masyarakat menyewa power bank secara lebih praktis dan mudah. Untuk bisa menggunakan layanan ini, kamu perlu mengunduh aplikasi bawaan guna melakukan transaksi on the spot, sekaligus melihat lokasi stasiun ReCharge terdekat.

Sebelum mulai meminjam power bank di gerai mesin layanan mereka, ReCharge mengharuskan pengguna untuk melakukan pengisian saldo khusus (top up) terlebih dahulu dengan memakai sistem transfer bank ataupun menggunakan sistem nontunai seperti GO-PAY.

Setelah pengisian saldo selesai, pengguna bisa langsung meminjam power bank bersangkutan dengan memindai kode QR yang terdapat di layar mesin ReCharge, dan menunggu proses transaksi berakhir sambil melihat iklan singkat yang tersaji di layar.

Power bank yang disewa dengan harga Rp10.000 ini hanya bisa digunakan dalam kurun waktu 24 jam. Satu akun pengguna hanya diperbolehkan untuk meminjam satu unit power bank saja.

Untuk meminimalkan pencurian unit yang disewakan, ReCharge sengaja mendesain power bank mereka dengan teknik pengisian daya listrik khusus yang hanya bisa dilakukan lewat gerai mesin miliknya saja. Apabila hilang akibat dicuri, maka di saat power bank kehabisan daya baterai, unit tersebut tidak akan bisa digunakan ulang hingga dikembalikan ke dalam gerai pengisian terdekat.

Fokus edukasi untuk ciptakan kesadaran pasar

Menyadari bisnis persewaan yang diusung ReCharge adalah hal baru bagi masyarakat, Dick tetap optimis bisa meraih pasar tersendiri mengingat populasi pengguna smartphone di Indonesia cukup besar. Para pengguna pun memiliki kecenderungan yang cukup besar dalam memanfaatkan perangkat penambah daya seperti power bank.

Dick Listjiono, CEO ReCharge

“Karena konsep ini baru di Indonesia, kami akan mengupayakan lebih banyak porsi waktu kami untuk mendidik pasar untuk menanamkan kebiasaan menyewa power bank daripada memilikinya.”

Untuk itu, pihaknya tengah mengupayakan proses ekspansi lokasi gerai pengisian di sejumlah tempat strategis di kota besar seperti Jakarta. “Semakin banyak jaringan stasiun ReCharge, maka semakin nyaman bagi kebutuhan pengguna,” tambah Dick.

Saat ini ReCharge sendiri telah hadir di lima puluh lokasi di Jakarta, meliputi Pacific Place Mall, FX Mall, Pondok Indah Mall, Emporium Mall, serta sejumlah kafe dan co-working space yang berafiliasi dengan mereka. Untuk tahun 2018, Dick menargetkan penambahan gerai mesin di lima ratus lokasi baik di Jakarta ataupun kota lainnya.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post ReCharge Sediakan Sewa Power Bank Harian di Pusat-Pusat Perbelanjaan appeared first on Tech in Asia.

The post ReCharge Sediakan Sewa Power Bank Harian di Pusat-Pusat Perbelanjaan appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi