Startup Analisis Sumber Daya Manusia EngageRocket Raih Pendanaan Rp9 Miliar


Ikhtisar
  • EngageRocket adalah startup yang bisa membantu perusahaan melakukan manajemen SDM, seperti menganalisis tingkat kebahagiaan karyawan, hingga memprediksi karyawan yang berpotensi mengundurkan diri.
  • Investasi senilai US$640.000 (sekitar Rp9,5 miliar) tersebut dipimpin oleh SeedPlus dan diikuti Found. Ventures.

Pada 12 September 2018, layanan software as a service (SaaS) khusus untuk analisis sumber daya manusia bernama EngageRocket mengumumkan telah mendapat pendanaan tahap awal (seed funding) sebesar US$640.000 (sekitar Rp9,5 miliar). Investasi tersebut dipimpin oleh SeedPlus, dan diikuti oleh Found. Ventures.

Investasi ini melengkapi total pendanaan yang telah mereka terima menjadi US$1 juta (sekitar Rp15 miliar). Sebelumnya, EngageRocket telah mendapat pendanaan dari beberapa investor, termasuk mantan co-founder JobCentral, Huang Shao-Ning.

Bantu ukur kebahagiaan karyawan hingga sediakan chatbot

EngageRocket merupakan layanan yang bisa memudahkan para perusahaan mengumpulkan dan menganalisis data-data terkait sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Mereka memungkinkan para pelanggannya menyusun pertanyaan survei yang tepat untuk mengetahui kebahagiaan karyawan, hingga menganalisis karyawan mana yang kemungkinan akan keluar dari perusahaan dalam waktu dekat.

Mereka bisa menganalisis hal tersebut dari aktivitas survei, mulai dari jawaban yang diberikan karyawan, waktu login karyawan, hingga tingkat partisipasi karyawan dalam survei tersebut. Tak hanya itu, EngageRocket juga mempunyai fitur chatbot yang bisa membantu karyawan dalam membuat rencana pengembangan karier.

EngageRocket | Screenshot

Telah melayani sejumlah perusahaan besar

Startup ini sendiri didirikan pada Oktober 2016 oleh Leong CheeTung dan Dorothy Yiu. Sebelumnya, kedua co-founder tersebut sama-sama bekerja di perusahaan konsultan manajemen Gallup Southeast Asia sebagai Regional Director dan Head of Operations.

Di sana, keduanya menyadari bahwa banyak perusahaan yang mengambil keputusan dalam urusan SDM hanya berdasarkan insting dan pandangan subjektif. Para perusahaan itu tentu bisa menggandeng konsultan untuk membantu mereka, namun biayanya biasanya akan sangat mahal.

“Alat-alat survei gratis yang tersedia di internet mungkin bisa membantu dalam hal pengumpulan data, namun tetap ada gap dalam hal pembuatan analisis dari data-data tersebut. Tim HR tidak didesain untuk itu, mereka pun biasanya tidak mampu membuat proses itu menjadi lebih otomatis,” jelas Cheetung.

Saat ini, EngageRocket mengaku telah mempunyai beberapa perusahaan besar sebagai klien, mulai dari Bank Danamon, Tokopedia, hingga ShopBack. Mereka telah mempunyai lebih dari 27.000 individu sebagai pengguna, serta menganalisis lebih dari setengah juta data survei. Mereka pun telah bisa melayani klien di tiga belas negara Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

Biaya yang mereka kenakan kepada perusahaan-perusahaan tersebut akan tergantung pada tiga hal, yaitu jumlah karyawan, modul yang digunakan, serta tingkat dukungan yang dibutuhkan untuk mengimplementasi modul-modul tersebut. “Biasanya biaya tersebut akan lebih murah dibanding biaya proyek konsultasi serupa,” pungkas Cheetung.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

This post Startup Analisis Sumber Daya Manusia EngageRocket Raih Pendanaan Rp9 Miliar appeared first on Tech in Asia.

The post Startup Analisis Sumber Daya Manusia EngageRocket Raih Pendanaan Rp9 Miliar appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi