Tech in Asia Indonesia Masuki Ranah Cryptocurrency dengan TIA COIN

Beberapa waktu belakangan ini keberadaan mata uang digital atau  cryptocurency telah menjadi topik perbincangan hangat bagi berbagai kalangan, mulai dari pakar ekonomi, instansi perbankan, investor, bahkan hingga perakit komputer sekalipun (akibat harga kartu grafis yang melambung karena ulah miner Bitcoin).

Hal tersebut tak bisa lepas dari fenomena nilai tukar Bitcoin yang beberapa bulan lalu sempat meroket naik hingga kemudian menjelma menjadi instrumen investasi yang menarik di era digital seperti sekarang ini.

Tak heran jika tidak sedikit pihak yang tertarik untuk terjun ke skema bisnis Initial Coin Offering (ICO) dan membuat token cryptocurrency versi mereka sendiri, contohnya seperti petinju Pacquiao (Pac Coin) dan mantan pesepakbola Michael Owen (lewat Owen Coin).

Melihat fenomena yang berkembang (dan potensi peluang yang dapat dihasilkan dari skema bisnis ICO belakangan ini), pada tanggal 1 April 2018, Tech in Asia ID secara bangga meresmikan kehadiran token digital baru bernama TIA COIN di ranah cryptocurrency.

Animated GIF - Find & Share on GIPHY

 

Apakah itu TIA COIN?

Berangkat dari keinginan untuk menghadirkan instrumen investasi yang tidak hanya efisien, tetapi juga mudah diadopsi secara luas, Tech in Asia Indonesia menawarkan TIA COIN sebagai aset digital alternatif bagi para investor dan spekulan cryptocurrency yang mungkin saja sudah bosan dengan Bitcoin, Ethereum, dan sebangsanya.

Sama seperti cryptocurrency lainnya, TIA COIN menggunakan sistem desentralisasi yang terbukti telah sukses melahirkan ribuan jenis mata uang digital lainnya di luar sana. Sampai saat ini tercata ada sekitar 1000 lebih cryptocurrency yang beredar dan angka tersebut terus bertambah.

Meskipun demikian, TIA COIN optimis bisa menjadi instrumen yang lebih baik dibanding yang lain karena dibangun sebagai cryptocurrency bersama berdasarkan…

Kelebihan apa yang diberikan TIA COIN?

Di TIA COIN, kami menawarkan privasi, anonimitas, jaringan yang mudah dikembangkan (scalable), serta keamanan data pengguna yang didukung teknologi blockchain berstandar ganda-campuran.

Di samping itu kami juga mendukung fungsi airdrop (aktivitas membagikan token gratis) secara terang-terangan, sehingga sangat efektif untuk pemenuhan kegiatan berderma, apalagi mendekati momentum bulan puasa seperti sekarang ini.

Fungsi airdrop untuk kebutuhan berderma ini merupakan cara kami untuk menekankan kepada pihak regulator bahwa TIA COIN tidak seharusnya digunakan sebagai metode bertransaksi, tetapi semata-mata untuk kebutuhan berbagi.

Namun ini bukan berarti koin kami tidak bisa digunakan untuk kegiatan bertransaksi di masa mendatang. Selain instrumen investasi, TIA COIN ke depannya akan menjadi

  • Alat pembayaran yang sah di acara konferensi
  • Transaksi segala kebutuhan konsumsi di acara (no cash, TIA COIN only)
  • Barter item kosmetik dalam game MOBA analog yang sedang naik daun
  • Pembayaran di sejumlah platform e-commerce skala global
  • Instrumen bagi keperluan P2P lending dari berbagai kategori
  • Sarana pelunasan hutang… tanpa perlu melibatkan mikrofon

Kami tahu bahwa untuk sebuah lompatan yang sedemikian besar seperti ini, kami perlu memulainya dari diri kami sendiri. Oleh karena itu, sebagai titik perjalanan awal cryptocurrency kami, Tech in Asia Indonesia mulai menggunakan TIA COIN sebagai upah khusus untuk salah satu karyawan kami.

Foto- lihat bagaimana begitu bahagianya Risky menerima gaji dalam bentuk cryptocurrency

Sebagai cara untuk memperkenalkan TIA COIN kepada khalayak luas, kami mengadakan bagi-bagi 100 token TIA COIN secara gratis lewat tautan di bawah ini.button_ingin-tahu-lebih-banyak-klik-di-sini

Dengan adopsinya yang diharapkan bisa begitu luas (dengan nilainya yang sangat fluktuatif), kami harap dalam tiga tahun ke depan,  lima ratus token TIA COIN bisa setara dengan dua belas Bitcoin (sekitar Rp1,3 triliun) ketika tulisan ini dipublikasikan.

Jika kamu memiliki pertanyaan dan berminat untuk menjadi sekian orang yang terpilih untuk mengadopsi cryptocurrency milik kami, silakan klik tautan di atas tadi dan manfaatkan kolom komentar di bawah untuk mulai bertanya-tanya. Selamat mencoba dan selamat memasuki hari pertama di bulan April.

(Artikel ini merupakan buah karya insomnia Risky Maulana di penghujung bulan Maret 2018 dan diedit oleh Pradipta Nugrahanto menjelang libur akhir pekan.)

This post Tech in Asia Indonesia Masuki Ranah Cryptocurrency dengan TIA COIN appeared first on Tech in Asia.

The post Tech in Asia Indonesia Masuki Ranah Cryptocurrency dengan TIA COIN appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi