William Tanuwijaya: Tak Pernah Terbesit di Pikiran Kami untuk Menjual Tokopedia


Ikhtisar
  • Meski banyak tawaran investasi, namun William Tanuwijaya selaku CEO dan Founder Tokopedia selalu selektif dalam memilih investor yang bisa mengantar perusahaannya ke panggung dunia.
  • Tokopedia hendak berguru pada Alibaba agar bisa menjadi salah satu pelaku e-commerce kelas dunia.
  • Investasi yang baru diterimanya hendak dipakai untuk membangun pusat riset serta mengedukasi masyarakat guna mencapai pemerataan ekonomi digital.

Bertepatan dengan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-72, Tokopedia melakukan gebrakan besar dengan mengumumkan keterlibatan Alibaba dalam putaran pendanaan senilai lebih dari US$1,1 miliar (sekitar Rp14 triliun). Pengumuman yang dilakukan tepat bersamaan dengan perayaan hari jadi Tokopedia kedelapan ini mengukuhkan posisinya sebagai salah satu unicorn asal Indonesia.

Pengumuman tersebut sekaligus menepis rumor akuisisi Tokopedia oleh JD.com yang marak diberitakan pada awal Agustus 2017. Melalui keterangan resmi, William Tanuwijaya selaku CEO dan Founder Tokopedia menegaskan bahwa semua rumor akuisisi tersebut sama sekali tidak benar.

“Beberapa tahun terakhir memang ada tawaran yang datang kepada Tokopedia. Namun di setiap kesempatan tersebut tidak pernah sekali pun terbesit dalam pikiran kami membangun sebuah perusahaan untuk dijual,” ungkap William.

Tokopedia William | Photo

Berguru kepada Alibaba

Delapan tahun membangun dan menentukan keputusan di Tokopedia menurut William adalah proses yang cukup berat, karena ia dituntut untuk selalu selektif dalam memilih investor. Hal ini dia lakukan untuk memastikan bahwa investor bersangkutan memiliki kepercayaan terhadap visi dan misi yang ingin perusahaannya bangun.

“Kami secara sangat selektif memilih investor yang bisa  mengantarkan Tokopedia sebagai perusahaan Indonesia yang berkancah di panggung dunia,” ujar William.

Alasan dan keputusan bisnis memilih Alibaba sebagai investor tidak dijelaskan secara rinci oleh William. Namun ia tidak menyangkal bahwa keputusan tersebut diambil karena reputasi dan jam terbang Alibaba yang bagus di ranah e-commerce global.

“Buat kami ini adalah sebuah milestone yang penting, karena Tokopedia kini  bisa belajar kepada sebuah organisasi yang kami anggap sebagai role-model dalam bisnis marketplace,” kata William. “Dengan kerja sama ini kami yakin mampu mengakselerasi misi kami dalam pemerataan ekonomi secara digital.”

UKM | Feature Image

Pemerataan ekonomi digital

Dengan komitmen investasi senilai Rp14 triliun yang dikantongi Tokopedia, William menjelaskan pihaknya akan membangun pusat riset dan menyelenggarakan lebih banyak proses edukasi agar seluruh wilayah di Indonesia bisa merasakan manfaat e-commerce. Edukasi tersebut dirasa penting mengingat peran pedagang sangatlah penting dalam model bisnis marketplace, seperti yang dilakukan perusahaannya.

Menurut William, edukasi merupakan sebuah bagian dari misi yang sangat panjang dalam mengejar proses pemerataan ekonomi secara digital. Oleh karena karena itu, ia menargetkan proses edukasi tersebut seluas mungkin agar UMKM yang belum go digital dapat terakselerasi demi pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Tokopedia Crew | Photo

Siap hadapi persaingan dengan Amazon

Dengan desas-desus kehadiran Amazon di Indonesia yang kian santer terdengar, saat ini William dan segenap pelaku e-commerce lokal lain hanya tinggal menunggu waktu untuk menghadapi raksasa e-commerce asal Amerika Serikat tersebut.

Menanggapi situasi tersebut, William mengaku pihaknya siap menghadapi persaingan melawan Amazon di Indonesia. Ia beranggapan kompetisi antar e-commerce adalah hal terbaik yang bisa didapatkan konsumen internet Indonesia.

“Kami akan melawan pemain global seperti Amazon dengan teknologi mereka yang begitu baik serta brand begitu kuat, dan buat Tokopedia ini adalah kehormatan yang luar biasa. Ke depannya fokus strategi kami adalah bagaimana kami bisa memberikan nilai lebih kepada pelanggan Tokopedia,” kata William.

William menambahkan bahwa strategi perusahaannya untuk terus berinovasi dengan fokus kepada konsumen telah berhasil membawanya ke level seperti saat ini. Terbukti dalam delapan tahun perjalanannya, Tokopedia saat ini diklaim telah berhasil menggaet lebih dari 2 juta merchant dengan jumlah pengunjung mencapai 35 juta per bulan.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post William Tanuwijaya: Tak Pernah Terbesit di Pikiran Kami untuk Menjual Tokopedia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi