YukBos Tawarkan Layanan Chatbot Khusus Industri E-Commerce


Founder: Rahmat Danata Putra, Rio Siswanto, Aldrian Gautama
Industri: chatbot
Status pendanaan: telah menerima pendanaan dari angel investor

  • Dengan YukBos, penjual bisa memasukkan database produknya, dan pertanyaan terkait produk yang nantinya akan dibalas oleh chatbot. YukBos sendiri sudah menyiapkan berbagai potensi pertanyaan yang mungkin diajukan pembeli. Jadi, penjual tak perlu memasukkan secara manual ke dalam sistem chatbot.
  • Untuk pertanyaan yang tidak dapat dijawab chatbot, YukBos menyediakan fitur Live Chat yang memungkinkan penjual menjawab langsung pertanyaan dari calon pembeli.
  • Layanan chatbot YukBos baru terintegrasi dengan aplikasi LINE. Rencananya, YukBos bakal mengembangkan layanannya ke Facebook Messenger dan WhatsApp.

button ulasan startup


Ketika masih duduk di bangku kuliah, Rahmat Danata Putra sering memperhatikan beberapa temannya yang tampak sibuk membalas chat meski sedang berada di dalam kelas. Ternyata, teman-temannya itu merupakan penjual online yang rata-rata transaksinya sekitar 30-50 transaksi per hari.

Setelah bertanya lebih lanjut, Rahmat mengetahui bahwa teman-temannya itu kebanyakan tidak menawarkan produk melalui platform marketplace yang sudah memiliki fitur untuk memudahkan penjual. Alasannya, jika berjualan melalui marketplace maka nama brand produknya tidak akan berkembang lantaran pembeli lebih mengingat nama platform marketplace tersebut. Namun jika berjualan langsung melalui media sosial maupun social messenger, penjual akan kerepotan membalas chat dari masing-masing calon pembeli.

Tampilan chat bot YukBos

“Saya merasa ada pasar bagi mereka yang mau mengembangkan brand tetapi tidak mau bergabung dengan marketplace. Setelah itu saya mengajak teman dari jurusan sistem informasi dan kami mengembangkan chatbot bernama YukBos. Kami mulai beroperasi sejak Maret 2018,” jelas Rahmat.

Melalui YukBos, penjual bisa memasukkan database produknya, dan pertanyaan terkait produk nantinya akan dibalas oleh chatbot. YukBos sendiri sudah menyiapkan berbagai potensi pertanyaan yang mungkin diajukan pembeli. Jadi, penjual tak perlu memasukkan secara manual ke dalam sistem chatbot.

“Saya harus riset pertanyaan apa saja yang kemungkinan ditanya calon pembeli. Biasanya ketersediaan stok, ongkos kirim, resi pengiriman,” ucapnya.

Meski begitu, Rahmat juga sudah mengantisipasi jika ada pertanyaan yang tak bisa dijawab oleh chatbot YukBos, misalnya terkait detail produk. Untuk menjawab masalah ini, YukBos menyediakan fitur Live Chat sehingga nantinya penjual akan mendapat notifikasi sekaligus opsi untuk menjawab langsung pertanyaan dari calon pembeli.

Segera sediakan chat bot untuk WhatsApp Business

Saat ini, layanan chatbot YukBos baru terintegrasi dengan aplikasi LINE. Namun ke depannya YukBos berencana mengembangkan layanannya ke platform messenger lainnya seperti Facebook Messenger dan WhatsApp.

“Karena dari data kami, penjual paling banyak menggunakan dua aplikasi itu. Target kami paling lambat bulan Agustus sudah hadir di WhatsApp Business,” kata Rahmat.

Untuk layanan chatbot YukBos di WhatsApp Business, Rahmat berencana menerapkan sistem bundling untuk klien yang sudah bergabung sebelumnya. Saat ini YukBos melakukan monetisasi dengan menerapkan sistem berlangganan pada klien yang menggunakan layanannya.

Fokus garap pasar e-commerce

E-commerce | Ilustrasi

Sumber gambar: Guardian

Selain YukBos, ada beberapa platform lain yang juga menawarkan layanan chatbot seperti BJtech, Kata.ai dari YesBoss, Botika, hingga Bahasa.ai. Mengingat banyaknya platform yang menawarkan layanan serupa, YukBos memilih fokus menghadirkan layanan mereka untuk pasar e-commerce.

“Kami fokus ke pasar e-commerce saja, tidak mau klien lain. Ranah kami di sini saja karena e-commerce itu sendiri luas. Kami membuat sebuah platform yang menjawab masalah-masalah dalam e-commerce,” ujar Rahmat.

Karena fokus menghadirkan chat bot hanya untuk e-commerce, YukBos berusaha menghadirkan berbagai fitur yang bertujuan memudahkan bisnis kliennya seperti telah terintegrasi dengan  penyedia payment gateway dan 18 perusahaan logistik. Selain itu, YukBos juga menggandeng pihak yang mampu mengecek validitas resi sehingga mengurangi kesalahan  memasukkan nomor resi.

“Saat ini kesulitan kami terkait library bahasa. Masih membutuhkan manusia untuk pertanyaan yang belum bisa dijawab oleh chatbot sehingga dilarikan ke Live Chat,” tuturnya.

Adapun tantangan lainnya, pihaknya kesulitan meyakinkan bahwa chatbot tak akan mengambil lapangan pekerjaan orang lain di bidang e-commerce. Chatbot, kata Rahmat, hanya membantu pekerjaan seseorang menjadi lebih mudah karena tak harus membalas satu persatu chat dari calon pembeli.

“Saat bertemu penjual yang sudah besar, kami tidak bertemu pemiliknya dan chatbot dianggap sebagai pegawai yang akan mengambil pekerjaan mereka. Padahal chatbot tidak bisa melakukan verifikasi apakah ingin menerima order atau tidak, dan masih membutuhkan manusia,” ujarnya.

(Diedit oleh Septa Mellina)

This post YukBos Tawarkan Layanan Chatbot Khusus Industri E-Commerce appeared first on Tech in Asia.

The post YukBos Tawarkan Layanan Chatbot Khusus Industri E-Commerce appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi