Adroady Tawarkan Penayangan Iklan Videotron di Belakang Mobil


Founder: Edward Halley, Greg Marchand
Industri: mobile advertising
Status pendanaan: angel investment

button ulasan startup


Kemacetan lalu-lintas yang kerap menjadi“makanan” sehari-hari warga Jakarta mendorong Edward Halley untuk mendirikan sebuah startup bernama Adroady. Baginya, kemacetan di Jakarta merupakan potensi besar bagi bisnis iklan luar ruang yang menggunakan mobil.

Pada dasarnya, Adroady menghadirkan layanan yang mirip dengan startup lain yang menyediakan ruang iklan di bodi mobil seperti Ubiklan, StickEarn, Sticar, maupun Promogo. Bedanya, Adroady mengusung iklam dalam bentuk video yang ditayangkan lewat layar LCD.

LCD berada di bagian belakang mobil, dan  mitra Adroady akan berkeliling di wilayah tertentu untuk mempromosikan iklan tersebut. Sebagai pengganti kaca belakang yang tertutup oleh layar LCD, Adroady juga memasangkan layar di spion tengah yang terhubung dengan kamera di bodi belakang mobil.

“Saya berpikir bagaimana membuat platform iklan yang commute, tapi formatnya bisa bermacam-macam. Pengiklan juga tidak perlu repot karena bisa langsung masuk ke dashboard situs kami untuk mengatur iklannya,” ujar Edward.

Pada dasarnya, kata Edward, pihaknya memberikan beberapa fasilitas pada pengiklan yang menjadi klien mereka seperti:

  • Mengatur waktu tayang iklan
  • Memilih lokasi penayangan iklan
  • Mengunggah sendiri materi iklan secara online
  • Melakukan monitoring iklan secara real time (impresi, view, persebaran mobil)

Untuk menyajikan fasilitas tersebut, Adroady menggunakan teknologi programmatic video yang memungkinkan pengiklan mengunggah video secara real time dan video bisa berganti otomatis sesuai lokasi atau waktu.

Teknologi ini mulai bekerja saat pengiklan mengunggah video mereka lewat dashboard situs Adroady. Setelah konten video terunggah, server akan mengirim video tersebut ke aplikasi yang ada di smartphone pengemudi. Smartphone pengemudi kemudian berkomunikasi dengan komputer mini yang terpasang dalam mobil. Komputer mini ini yang akan mengubah konten di videotron lewat koneksi Wi-Fi yang mengirimkan data secara offline.

“Pengiklan juga bisa memprogram video mana yang tidak ingin mereka tayangkan saat mobil sedang melintasi area tertentu. Teknologi programmatic video Adroady dibangun berdasarkan gabungan dari Internet of Things, big data, dan machine learning,” ucapnya.

Sejak resmi berdiri pada April 2017 lalu, Adroady saat ini sudah memiliki beberapa brand yang menjadi klien mereka seperti Nusatrip, Lazada, Panorama Tour, Ralali, dan Rumah.

Rekrut mitra dari komunitas pengemudi online

HIngga kini, pengemudi yang menjalankan iklan dari Adroady berasal dari pengemudi transportasi online yang tergabung dalam sebuah komunitas. Edward menuturkan pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan penyedia layanan transportasi online terkait rencana kerja sama. Namun hingga kini yang sudah berjalan adalah menjalin kemitraan langsung dengan komunitas.

Nanti siapa (mitra pengemudi) yang menjalankan iklan, dipilih oleh ketua komunitas tersebut. KPI mitra pengemudi itu view, bukan harus berapa kilometer jarak yang ditempuh, atau harus berapa jam. Yang penting target view tercapai. Target view itu yang menentukan dari brand sendiri.

CEO & founder Adroady, Edward Halley

Untuk biaya iklan, Adroady kini mematok biaya sebesar US$15 atau sekitar Rp204 ribu per seribu view bagi klien yang tertarik menggunakan jasa mereka. Setiap slot iklan memiliki durasi maksimal tiga puluh detik untuk sekali penayangan. Edward menuturkan klien hanya akan membayar untuk setiap iklan yang dilihat.

Bagaimana menghitung view-nya? Mobil mitra sudah terpasang kamera dan sensor yang mampu mendeteksi jika ada yang melihat iklan tersebut hingga jarak dua meter.

Sudut penglihatan enam puluh derajat. Saat ada kendaraan masuk ke area tersebut, akan dihitung sebagai view

Edward Halley,
Co-Founder AdRoady

Adapun mengenai pembagian komisi dengan mitra pengemudi, Edward mengaku belum bisa menyebutkan terkait perhitungannya. Namun menurutnya mitra pengemudi akan dibayar per berapa kali iklan tersebut dilihat. “Tapi range pendapatannya berkisar US$70 sampai USD100 (Rp954 ribu-Rp1,3 juta) per bulan. Tergantung bagaimana mereka,” ujarnya.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

This post Adroady Tawarkan Penayangan Iklan Videotron di Belakang Mobil appeared first on Tech in Asia.

The post Adroady Tawarkan Penayangan Iklan Videotron di Belakang Mobil appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi