[Update] Kumpulan Program Inkubator dan Akselerator Startup di Indonesia

(Update 8 Februari 2019: Kami menambahkan beberapa program inkubasi dan akselerator baru, sekaligus menghapus beberapa yang sudah tidak aktif lagi.)

Di samping investor, keberadaan program inkubasi dan akselerator merupakan faktor penggerak tumbuhnya ekosistem startup teknologi . Meski secara garis besar berbeda, kedua hal tersebut memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat perkembangan startup, terutama dari segi kesiapan model bisnis, penyempurnaan konsep produk, dan lain-lain.

Program inkubator biasanya memiliki jangka waktu yang lebih lama dibandingkan akselerator, yaitu enam bulan atau lebih. Hal ini dikarenakan program tersebut tak hanya menerima tim atau startup yang telah memiliki produk, tapi juga menerima ide yang masih mentah sehingga juga memerlukan proses validasi ide, produk, dan juga pasar.

Berbeda dengan inkubator, program akselerator biasanya berlangsung lebih cepat, yakni sekitar tiga bulan atau lebih. Hal ini dimungkinkan karena akselerator lebih cenderung menerima startup yang sudah memiliki produk. Program akselerator biasanya akan membantu startup memaksimalkan potensi produk mereka agar semakin siap di pasaran.

Di Indonesia sendiri sudah ada sejumlah program inkubator dan akselerator yang siap membantu perkembangan startup tanah air. Kali ini, Tech in Asia telah merangkum daftar program inkubator dan akselerator yang masih aktif di negara ini.

Inkubator startup

Indigo Incubator

Indigo batch 2 | Foto

Indigo Incubator merupakan program inkubator dari Telkom yang telah dimulai sejak tahun 2013. Indigo Incubator menyelenggarakan dua batch setiap tahunnya. Setiap batch di program ini berlangsung selama enam bulan. Startup yang terpilih akan diberikan pendanaan tahap awal dan mentoring serta mengikuti inkubasi di Bandung Digital Valley atau Jogja Digital Valley.

Setiap tahun, Indigo Incubator memiliki tema khusus dan mencari startup dengan kategori tertentu. Beberapa nama yang sempat menjadi peserta Indigo Incubator adalah Jarvis StoreHyjabs, dan Kakatu.

Kolaborasi

Kolaborasi | Screenshot

Program inkubasi asal Bandung ini diperuntukkan bagi pelaku bisnis di dunia online maupun offline. Kolaborasi telah beroperasi sejak Maret 2013 dan sejauh ini telah menaungi sejumlah startup lokal seperti Mata Ilmu, Crowde, dan Collective Found. Untuk mengetahui lebih lanjut, kamu bisa membaca ulasan kami tentang mengenai program Kolaborasi di sini.

Start Surabaya

Start Surabaya | Screenshot

Sesuai namanya, Startup Surabaya merupakan program yang diselenggarakan secara berkala untuk para pelaku startup di Surabaya. Diluncurkan pada bulan November tahun lalu, StartSurabaya dikelola oleh Kibar bersama dengan Pemerintah Kota Surabaya.

Program inkubator ini diprioritaskan untuk penduduk yang memiliki KTP Surabaya, tapi juga tidak menutup kemungkinan bagi warga negara Indonesia lainnya. Tim atau startup yang terpilih akan mengikuti program inkubasi selama tiga bulan. Di akhir program, para peserta diharapkan siap meluncurkan produk mereka ke pasaran.

Skystar Ventures

SkyStar | Photo

Skystar Ventures merupakan program inkubator yang dikembangkan oleh Kompas Gramedia Group bersama dengan Universitas Multimedia Nusantara yang diluncurkan akhir tahun 2013. Inkubator ini berfokus mengajarkan startup mengenai produk dan layanan yang berkaitan dengan digital media yang meliputi industri distribusi konten, media sosial, dan e-commerce.

SkyStar Ventures akan menginkubasi startup selama empat bulan dari tahap pembuatan ide sampai membuat produk versi beta. Selain dibantu dalam hal pendanaan dan pengembangan bisnis, peserta inkubasi juga akan memperoleh network dan fasilitas co-working di New Media Tower milik UMN di kota Tangerang.

Binus Startup Accelerator

Binus Startup Accelerator | Photo

Selain Universitas Multimedia Nusantara, Universitas Bina Nusantara (Binus) juga menyelenggarakan program inkubasi startup bernama Binus Startup Accelerator.

Program ini ditujukan bagi mahasiswa Binus dan para fresh graduate di bawah dua tahun. Sebelum masuk program, peserta akan melewati sejumlah tahapan mulai dari networking, pembentukan tim, workshop, dan kemudian sesi pitching untuk memilih tim atau startup yang layak masuk program akselerasi.

IDX Incubator

IDX Incubator | Photo

IDX Incubator merupakan program inkubasi yang dibentuk oleh lembaga Bursa Saham Indonesia atau Indonesian Stock Exchange (IDX). Program yang baru diluncurkan pada awal 2017 ini menawarkan program bimbingan usaha melalui kegiatan mentoring, serta akses ke sejumlah investor dan perusahaan tercatat di bursa saham. Beberapa fasilitas yang disediakan di IDX Incubator antara lain ruang kerja, loker, ruang rapat, ruang pelatihan dan high-speed internet.

BNV Labs

BNVLab | Photo

Inkubator startup yang diluncurkan mulai tanggal 2 Maret 2017 ini merupakan kolaborasi antara Bank Bukopin bersama dengan Kibar. Tujuan didirikannya BNVLabs sendiri adalah membangun tim inovasi yang berfungsi menghubungkan Bank Bukopin dengan para penggiat fintech di tanah air.

Untuk memperkokoh program inkubasi mereka, BNVLabs juga menggandeng sejumlah startup lokal yang telah berhasil meluncurkan produk mereka di pasaran. Beberapa startup tersebut antara lain Jojonomic, eFishery, 8Villages, Reblood, Riliv, Pasienia, Olride, dan Iwak.

Remake City Jakarta

Remake City Jakarta adalah program akselerator yang diinisiasi Instellar bersama Cressive Partners Korea Selatan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem social enterprise di sejumlah kota di Asia, meliputi Seoul, Jakarta, dan Hanoi.

Program ini telah bertujuan menghubungkan startup terpilih dengan beberapa investor yang berminat, serta pemberian dana hibah sebesar US$35 ribu (sekitar Rp349 juta) untuk masing masing startup.


Akselerator startup

Jakarta Founder Institute

Founder Institute | Photo

Jakarta Founder Institute (JFI) merupakan cabang dari program The Founder Institute di Indonesia. Sejak hadir di Indonesia pada tahun 2011, program ini telah meluluskan berbagai macam startup. Bisa dibilang JFI merupakan program akselerasi paling lama di tanah air.

Alpha Startup

Alpha Startup | Photo

Alpha Startup adalah program inkubasi yang dibentuk oleh perusahaan modal ventura asal Malaysia, 1337 (dibaca “leet”) Ventures bersama dengan BaiduGobi Partners, serta perusahaan modal ventura lokal, Convergence Ventures. Di awal kemunculannya, program inkubasi ini membuka pendaftaran dengan cara mengirimkan video pitching berisikan ide yang ingin coba divalidasi peserta. Jika lolos, peserta berkesempatan untuk memasuki tahapan penyaringan yang akan diakhiri dengan program mentoring selama tiga bulan.

Google Launchpad Accelerator

Google Launchpad | Photo

Program akselerator yang dikelola oleh raksasa perusahaan internet, Google ini dibuat untuk mengembangkan startup-startup yang telah berjalan dan punya potensi untuk berkembang lebih besar lagi.

Kelas pertama Google Launchpad sendiri dimulai pada Januari 2016. Beberapa nama startup yang telah menimba ilmu dalam program akselerator ini antara lain Jojonomic,  Kakatu,  HarukaEdu, Setipe, SircloKurio, eFishery, dan Seekmi.

GnB Accelerator

GnB Batch 2 Welcoming Event | Foto

Diprakarsai oleh Fenox VC bersama dengan Infocom Corporation, program akselerator ini menargetkan kalangan early-stage startup dengan menjanjikan akses ke sejumlah jaringan investor Fenox VC dan Infocom Corporation yang tersebar di seluruh dunia. Beberapa nama startup yang menjadi alumni program GnB Accelerator di antaranya adalah Ahlijasa, Paprika, Poplegal, TeleCTG, dan layanan car sharing-rental Hipcar.

Plug And Play Indonesia

Plug and Play Indonesia Batch 1 | Photo

Plug and Play (PNP) adalah akselerator asal Amerika Serikat yang tak hanya membuka program akselerasi startup saja tetapi juga membuka jalur bagi calon investor muda di tanah air. Akselerator yang dipimpin oleh Nayoko Wicaksono ini pada bulan Mei 2017 telah mengumumkan sejumlah startup yang berhasil lolos memasuki batch pertama mereka. Beberapa startup tersebut antara lain BrankasOtospectorSayurboxWonderlabs, dan lain-lain.


Pre-inkubator

BEKUP

Koordinator Mentor BEKUP 2017 | Photo

BEKUP sendiri adalah singkatan dari Bekraf for Pre-Startup (Bekup). Program pendidikan khusus untuk para calon founder startup alias pre-inkubator ini disiapkan untuk menjaring talenta entrepreneur saja, tetapi juga mempersiapkannya agar bisa mendirikan sebuah startup.

Program BEKUP sendiri terbuka untuk semua founder startup dengan kemampuan apa pun, baik yang hendak berkeinginan memulai maupun sudah menjalankan bisnisnya. Program inisiatif Badan Ekonomi Kreatif ini membidik beberapa kota besar di Indonesia antara lain Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bandung, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, Denpasar, Balikpapan, dan Makassar.

Gerakan Nasional 1000 Startup Indonesia

Peluncuran Gerakan Nasional 1000 Startup Digital | Foto

Gerakan 1000 Startup Indonesia adalah program besutan Kibar dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).  Tujuan program tersebut selain untuk meningkatkan jumlah startup di sejumlah kota tetapi juga menggalakkan solusi penyelesaian masalah secara digital di beberapa wilayah negeri ini.

Dengan menargetkan 200 startup per tahun, program ini telah melakukan roadshow ke beberapa kota dan pada Oktober 2016 diklaim telah memperoleh lebih dari 12 ribu pendaftar.

(Diedit oleh Pradipta Nugrahanto)

This post [Update] Kumpulan Program Inkubator dan Akselerator Startup di Indonesia appeared first on Tech in Asia.

The post [Update] Kumpulan Program Inkubator dan Akselerator Startup di Indonesia appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi