skip to Main Content

Executive Lecture Series, Penandatanganan MOU Universitas Al Azhar Indonesia dengan Institut Pertanian Bogor

Jakarta (14/03) – Pagi hari, Universitas Al Azhar Indonesia kedatangan tamu istimewa, adalah rektor Institut Pertanian Bogor yang sengaja berkunjung  guna menghadiri acara Executive Lecture Series yaitu penandatanganan MOU (Memorandum Of Understanding) antara Rektor Institut Pertanian Bogor Dr. Arif Satria, SP., M.Si., dengan Rektor Universitas Al Azhar Indonesia Prof. Dr. Ir. Asep Saefudin M.Sc. Acara ini juga dihadiri oleh dosen senior IPB khususnya dalam Program Studi Gizi dan Pangan, mantan Kedutaan Besar Australia, segenap para Dekan dan dosen Universitas Al azhar Indonesia serta mahasiswa dari beragam fakultas.

Acara yang dihadirkan guna menunjang kerjasama dalam bidang pendidikan, penelitian (research) dan pengabdian ini, merupakan salah satu bentuk pembinaan program kerja kedepan Universitas Al Azhar Indonesia dalam pembentukan Prodi Gizi dan Pangan, dalam naungan Fakultas Sains dan Teknologi. Institut Pertanian Bogor yang telah dinilai ideal dalam menggawangi perkembangan Teknik Gizi dan Pangan di Indonesia akan menjadi acuan bagi munculnya Prodi Gizi dan Pangan di UAI kedepannya. Tidak hanya sampai disitu, kerjasama ini juga akan berlanjut dalam urusan mengisi tenaga pengajar bagi kedua Program Studi tersebut, Universitas Al Azhar Indonesia akan menarik Mahasiswa Program Magister  dari IPB untuk ikut mengembangkan Program Studi baru ini. Dengan diadakannya MOU ini Rektor Universitas Al Azhar Indonesia berharap Institut Pertanian Bogor dapat sepenuhnya membantu dan membimbing perkembangan Program Studi Gizi dan Pangan di Universitas Al Azhar Indonesia, sehingga kedepanya mampu menjadi Pusat Kajian Gizi Perkotaan bertaraf nasional, regional maupun internasional dan meningkatkan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bidang gizi, sehingga dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat luas.

Selain penandatangan MOU, Universitas Al Azhar Indonesia juga mengadakan Pemberian Penghargaan Reviewer Penelitian Bersertifikat oleh Rektor UAI  kepada beberapa dosen. Mereka adalah dosen yang sudah mendapatkan sertifikasi ISO, karena kepiawaian mereka dalam hal melakukan research. Adapun dosen yang mendapatkan penghargaan adalah : Dr.rer.nat Yunus Effendi, S.Pd.,M.Si.,M.Sc., Dr. Irwa Rachimah Zarkasi, SE.,M.Si, Dr. Dewi Elfidasari, S.Si., M.Si., Dr. Suparji, SH., MH., Dr. Nita Noriko, MS dan Dr. Ir Ade Jamal.  dengan diadakan bentuk penghargaan ini, setiap dosen kedepannya mampu termotivasi untuk terus meningkatkan diri dan memperbanyak prestasi dalam berperan di bidang pendidikan.

Belum berakhir, acara dilanjutkan dengan kuliah umum yang disampaikan oleh rektor IPB mengenai “Higher Education Fancing Disruption Civilization” beliau menjelaskan bahwa kita sebagai masyarakat masa kini harus mampu menghadapi era dimana banyak “gangguan” peradaban yang semakin sering terjadi. Beliau menghimbau kepada mahasiswa untuk bersiap menyesuaikan diri dan Perguruan tinggi untuk terus menyiapkan kurikulum serta memperbaharui fasilitas untuk memenuhi tuntutan zaman. “Mahasiswa saat ini adalah generasi millenial, yang ciri khasnya sejak dini akrab dengan gawai, aktif di media sosial serta mementingkan unsur kecepatan. Oleh karena itu, hendaknya dosen dan tenaga kependidikan harus memiliki empati, bersedia mendengar dan memahami kebutuhan mahasiswa jaman now”. Ujar Rektor IPB Arif Satria.

Prof. Dr. Ir. Asep Saefudin M.Sc., sendiri menekankan bahwa proses pembentukan Prodi ini harus sitematis dan sesuai dengan regulasi yang ada. Beliau berharap kedepannya indonesia dapat melangkah ke program pendidikan yang lebih baik , guna menghasilkan generasi yang unggulan. Dr. Arif Satria, SP., M.Si., berharap kerjasama ini dapat meningkatkan sinergi antara berbagai elemen untuk memajukan Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Semoga acara yang diselenggarakan di Auditorium Arifin Panigoro Universitas Al Azhar Indonesia ini dapat menjadi motor perubahan yang mengawali inovasi Perguruan tinggi yang lebih baik di masa depan.







Source: Berita Kampus

Back To Top