Hadirkan Fitur Mesin Kasir (POS), Cashlez Mengaku Tidak Ingin Bersaing dengan Startup POS Lain

Ikhtisar

  • Cashlez telah meluncurkan fitur baru berupa layanan mesin kasir (point of sale/POS) yang dapat digunakan secara gratis.
  • Dengan  menggunakan fitur POS ini, para kasir tidak perlu memasukkan rincian produk secara manual.
  • Hal tersebut dikarenakan telah tersedia pilihan produk yang bisa langsung dipilih oleh kasir, lalu secara otomatis akan muncul total harga yang harus pelanggan bayar.
  • Meski tidak menggunakan layanan payment gateway Cashlez, kamu tetap bisa memanfaatkan layanan mesin kasir ini.

Pada tanggal 10 Oktober 2018 kemarin, startup penyedia layanan solusi pembayaran elektronik Cashlez mengumumkan telah meluncurkan fitur baru berupa layanan mesin kasir (Point of Sale/POS). Dengan fitur tersebut, para pemilik Usaha Kecil dan Menengah (UKM) bisa memproses dan mencatat transaksi dengan lebih mudah.

Sebelumnya, para pemilik toko offline yang menggunakan aplikasi Cashlez harus memasukkan setiap keterangan produk dan harga yang akan dibeli pelanggan secara manual. Dengan  kehadiran fitur POS ini, tersedia pilihan produk yang bisa langsung dipilih oleh kasir. Setelah itu, akan muncul total harga yang harus pelanggan bayar. Fitur ini bisa digunakan para pemilik toko offline secara gratis.

Meski begitu, mereka mengaku tidak ingin bersaing dengan layanan POS lain seperti Moka atau Pawoon. Menurut juru bicara Cashlez, aplikasi POS  mereka masih sangat sederhana. Tujuan pembuatan aplikasi ini sendiri yaitu guna menarik lebih banyak pelanggan untuk menggunakan layanan payment gateway mereka.

Lebih lanjut, juru bicara tersebut menjelaskan meskipun pengguna tidak menggunakan layanan Cashlez, mereka tetap bisa memanfaatkan fitur ini.

“Kamu bisa menggunakan aplikasi POS tersebut meski tidak memanfaatkan layanan Cashlez, dan masih hanya menerima pembayaran dengan uang tunai. Namun apabila memerlukan lebih banyak metode pembayaran, kamu bisa menambahkan layanan payment gateway Cashlez ke dalam aplikasi POS tersebut.”

Cashlez juga memiliki model bisnis berbeda dengan startup POS lain yang ada di Indonesia. Mereka mengincar komisi dari setiap transaksi pembayaran yang dilakukan pelanggan, sedangkan para startup POS biasanya lebih memilih mengenakan biaya berlangganan bulanan.

Cashlez merupakan layanan agregator pembayaran yang memungkinkan kamu menerima transaksi dengan kartu debit, kredit, kode QR, serta pembayaran mobile lainnya. Khusus untuk pembayaran dengan kode QR, mereka telah bekerja sama dengan beberapa layanan seperti DIMO, TCASH, yap, dan siap mendukung metode pembayaran baru milik Bank Mandiri bernama Mandiri Pay.

Pada bulan Juli 2017 lalu, mereka berhasil mendapat pendanaan senilai US$2 juta (sekitar Rp26 miliar) yang dipimpin oleh Mandiri Capital Indonesia serta beberapa investor lain seperti Gan Kapital. Mereka pun telah bekerja sama dengan Visa untuk mendistribusikan lima ribu perangkat mobile point of sale (mPOS) di lokasi-lokasi wisata populer.

Saat ini mereka telah mempunyai kantor perwakilan di Bali, untuk memudahkan tim sales dalam menggaet lebih banyak merchant.

(Diedit oleh Fairuz Rana Ulfah)

This post Hadirkan Fitur Mesin Kasir (POS), Cashlez Mengaku Tidak Ingin Bersaing dengan Startup POS Lain appeared first on Tech in Asia.

The post Hadirkan Fitur Mesin Kasir (POS), Cashlez Mengaku Tidak Ingin Bersaing dengan Startup POS Lain appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi