mariè, Layanan Buku Tamu Digital untuk Pernikahan dengan QR Code dan Selfie


Founder: Pratisara Satwika Anindita
Industri: Buku tamu digital untuk pernikahan
Status pendanaan: Bootstrapping

  • Untuk menggunakan layanan ini, pemilik acara perlu memberikan daftar tamu yang akan diundang kepada tim mariè. Setiap tamu akan mendapatkan QR code yang dibagikan melalui undangan fisik maupun digital. Pada saat acara, tamu undangan cukup memindai QR code yang mereka dapat.
  • mariè berencana untuk melebarkan sayap ke Bandung, Bali, Surabaya, dan Yogyakarta. Mereka akan dibantu oleh relasi WO yang mereka dapatkan di kota-kota tersebut.

button ulasan startup


Keberadaan teknologi saat ini cukup membantu para pasangan yang tengah mempersiapkan pernikahan. Tidak hanya mencari vendor atau membuat undangan digital, kini kamu bahkan bisa memanfaatkan teknologi untuk mengganti buku tamu konvensional dengan teknologi digital.

Seperti calon pengantin pada umumnya, Pratisara Satwika Anindita (Dita) menginginkan pernikahan yang berkesan, baik untuk pengantin maupun tamu undangan. Ide Dita awalnya untuk memiliki buku tamu yang berbeda dari acara pernikahan kebanyakan, kemudian bertransformasi menjadi sebuah startup bernama mariè.

Pernikahan founder jadi ajang uji coba produk

Layanan marie yang digunakan pada salah satu acara pernikahan

Layanan marie yang digunakan pada salah satu acara pernikahan

Konsep mariè mulai dibangun sejak pertengahan 2016. Versi alpha kemudian diperkenalkan pada 17 Desember 2016, saat hari pernikahan Dita, founder sekaligus CEO mariè.

Untuk mengetahui siapa saja tamu yang hadir, Dita berpikir bahwa akan lebih mudah jika dari awal membuat check list tamu yang datang dari database tamu yang diundang. Dita lalu mengembangkan lagi idenya untuk membuat album foto dari tamu-tamu yang datang, lengkap dengan informasi tamu-tamu tersebut.

“Dari sana saya dapat mengenali tamu dari pihak suami dan keluarganya yang sebelumnya tidak saya kenali. Ketika itu, WO yang saya pakai tidak keberatan dengan konsep baru buku tamu ini,” ujarnya.

Setelah berdiskusi dengan pihak wedding organizer (WO), konsep mariè kemudian dikembangkan untuk turut membantu WO mendeteksi tamu VIP. mariè dapat juga menghitung jumlah tamu yang telah datang secara real time. Ini dapat membantu pihak katering mengatur strategi saat mengeluarkan makanan yang disajikan

Persingkat antrean, tambahkan selfie

marie | selfie

Untuk menggunakan layanan mariè, pemilik acara perlu memberikan daftar tamu yang akan diundang kepada tim mariè. Setiap nama tamu kemudian akan mendapatkan QR code yang bisa dibagikan melalui undangan fisik maupun digital.

Pada saat acara, tamu undangan cukup memindai QR code yang mereka dapat, kemudian melakukan selfie di perangkat yang telah disediakan mariè.

Dita mengklaim, proses check in tamu tersebut memakan waktu rata-rata rata-rata 7,8 detik. Dengan begitu, dapat menghindari penumpukan saat antre mengisi buku tamu. Bahkan, teknologi mariè juga dilirik oleh salah satu pasangan selebriti.

Tim marie dalam salah satu acara pernikahan yang mereka tangani

Tim marie dalam salah satu acara pernikahan yang mereka tangani

“Acara pernikahan kedua yang menggunakan mariè adalah pernikahan Danang dan Galabby dengan tamu dua ribu orang. Alhamdulillah, tidak ada antrean seperti biasanya di lokasi pernikahan,” ujar Dita.

Setelah acara berakhir, daftar tamu yang hadir bisa dilihat di situs pemilik acara yang telah disiapkan oleh tim mariè. Kamu bisa melihat nama, instansi, dan foto tamu di situs tersebut.

Siapkan rencana scale-up dan ekspansi

marie | screenshot

Menurut Dita, saat ini tim Research & Development mariè tengah melakukan serangkaian riset untuk scale-up. Mereka mengejar target dua puluh kali retention rate per bulan.

Setelah Jakarta, kini mariè berencana untuk melebarkan sayap ke Bandung, Bali, Surabaya, dan Yogyakarta. Mereka akan dibantu oleh relasi WO yang mereka dapatkan di kota-kota tersebut.

“Kami akhirnya mendapatkan key partner dengan WO di setiap kota tersebut dan sedang membuat tim kecil di sana dalam beberapa minggu ke depan. Setelah ekspansi ini, kami akan fokus menangani lebih banyak pernikahan dan menyelesaikan permasalahan mereka dengan solusi painkiller kami,” ceritanya.

Seluruh tim mariè memiliki mindset “profit from the day one”. Karena itu fase riset kita memakan waktu cukup lama

Pratisara Satwika Anindita,
CEO, marie

Sejauh ini, mariè masih beroperasi secara bootstrap, Dita menyatakan bahwa ia dan timnya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi unicorn dalam waktu empat tahun.

Menurut Dita, proses pengembangan aplikasi dan backend mariè sebetulnya hanya memakan waktu 14 hari dengan dua orang developer. Namun, mereka melakukan riset yang cukup lama sebelum produk diluncurkan. Terutama di fase Customer Validation dan Behavioral Experience Test, dan ketika dari fase alpha ke beta.

“Kami akan merevolusi buku tamu di kantor-kantor dan juga corporate event. Intinya, seluruh tim mariè memiliki mindsetprofit from the day one”. Karena itu fase riset kita memakan waktu cukup lama,” tambahnya.


Konsep yang diusung mariè  sebetulnya sudah pernah dilakukan oleh beberapa penyedia jasa. Namun, bisa dibilang mariè memiliki strategi branding, konsep dan layanan yang lebih “jelas” dari pada beberapa jasa buku tamu digital lainnya yang sudah ada.

(Diedit oleh Septa Mellina; Sumber gambar StockSnap)

The post mariè, Layanan Buku Tamu Digital untuk Pernikahan dengan QR Code dan Selfie appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi