[Update] Usung Transparasi, Legoas Ciptakan Platform Lelang Online

(Update 14:30 – Kami memperbarui informasi terkait layanan E-Inspection System (INSYS) di Legoas.)


Founder: Jacob Anthonius Margareta
Industri: pelelangan aset
Status pendanaan: bootstrap

    • Legoas adalah perusahaan penjual aset dengan menerapkan sistem lelang elektronik (e-auction). 
    • Di bulan Juli 2018 ini, Legoas baru melayani lelang kenderaan. Namun pada tahun 2019, mereka berencana menjadi marketplace khusus lelang yang menyediakan solusi total pelelangan (total auction solution).
    • Sebelum melakukan lelang, Legoas melakukan E-Inspection System (INSYS) yaitu pemeriksaan dan penilaian aset. Hal ini mereka lakukan untuk memberikan informasi transparan terkait aset lelang perusahaan.

button ulasan startup


Setelah mengikuti berbagai kegiatan lelang, Jacob Anthonius Margareta menyimpulkan terdapat beberapa masalah dalam sistem lelang konvensional. Masalah yang Jacob maksud seperti kurangnya transparansi hingga cara mendapatkan informasi kegiatan. Berangkat dari permasalahan tersebut, Jacob mendirikan platform digital bernama Legoas yang resmi ia luncurkan pada Juli 2018.

Pada dasarnya, Legoas merupakan perusahaan penjual aset hasil titipan pengguna aplikasi mereka dengan menerapkan sistem lelang elektronik (e-auction). Tujuan Legoas sendiri yaitu mempermudah masyarakat mengikuti lelang, baik dari sisi pemilik aset maupun calon pembeli.

Bagi pemilik aset, mereka cukup mendaftarkan aset yang ingin mereka lelang ke Legoas dan menentukan tawaran pertamanya. Dari sisi calon pembeli, mereka bisa mengikuti lelang secara langsung lewat aplikasi Legoas.

Melalui lelang, harga terbentuk lebih baik karena sudah melibatkan emosi dari calon pembeli. Contohnya saat ada calon pembeli yang sudah menawar, lalu ada yang tidak mau kalah dan menawar dengan harga yang lebih tinggi lagi.

Jacob Anthonius Margareta,
Direktur Legoas

Direktur Legoas, Jacob Anthonius | Photo

Saat ini, Legoas baru menerima aset pelelangan dalam bentuk kendaraan berupa mobil dan motor tanpa batasan tahun kendaraan. Namun pada 2019 nanti, Jacob menargetkan Legoas mampu menjadi marketplace khusus lelang yang menyediakan solusi total pelelangan (total auction solution). Ini berarti jenis aset lelang akan beragam dan tidak terbatas pada kendaraan saja.

Tawarkan tiga layanan utama

Sebagai perusahaan pelelang aset, Legoas menawarkan tiga layanan utama. Secara umum, tiga layanan ini bertujuan menjaga transparansi dan mempermudah proses pelelangan yang berlangsung. Tiga layanan tersebut yakni:

  • E-Inspection System (INSYS)

Bagi pengguna yang ingin mengetahui nilai dan perkiraan harga pasar aset dapat memanfaatkan layanan ini. Sebagai contoh, ada perusahaan yang ingin mengetahui harga pasar dari unit mobil yang mereka miliki. Dengan menggunakan layanan ini, perusahaan hanya perlu membayar Rp500 ribu per mobil untuk mendapatkan informasi nilai dan perkiraan harga aset.

  • Total Auction Services (TACS)

Pemilik aset dapat menggunakan layanan ini untuk menitipkan aset yang akan ia lelang. TACS terdiri dari empat tahapan proses yaitu persiapan, sistem pemeriksaan elektronik, pergudangan, dan logistik.

“Kami memiliki lahan sekitar 1 hektar untuk menampung sekitar 400 mobil. Bagi yang ingin langsung melihat kendaraan, akan ada open house dua hari sebelum lelang. Di kendaraan lelang ada kode QR,  sehingga calon pembeli cukup scan kode saja lewat aplikasi Legoas untuk melihat informasi dan penilaian aset,” kata Jacob.

Mobil lelang di kantor Legoas | Photo

Ketika menggunakan layanan ini, pemilik aset wajib membayar management fee kepada Legoas. Jacob menjelaskan jika pihaknya tak menerapkan biaya, maka layanan ini berpotensi dimanfaatkan sebagai tempat penitipan aset.

“Harga normalnya 2,5 persen bagi pemilik aset dan Rp1,5 juta bagi pembeli, tapi sekarang sedang berlaku harga promo dari Juli-September 2018” kata Jacob.

  • Auction Management System

Bagi pemilik aset yang sekadar butuh bantuan dalam proses lelang bisa menggunakan layanan ini tanpa perlu menitipkan aset di Legoas. Ini berarti Legoas membantu proses persiapan dan pelaksanaan lelang sesuai keinginan pemilik aset. Jacob menyebutkan management fee untuk layanan ini masih di bawah dua persen dari harga terbentuk.

Terapkan sistem deposit bagi calon pembeli

Fitur scan QR di aplikasi Legoas | Photo

Bagi para calon pembeli yang ingin mengikuti lelang elektronik di aplikasi Legoas wajib melakukan deposit uang di akun mereka. Saat ini ada tiga jenis deposit yang bisa kamu pilih mulai dari Rp1 juta hingga Rp30 juta.

Setelah dinyatakan menang lelang, calon pembeli harus membayar harga kendaraan dan biaya administrasi. Jika tidak melunasi pembayaran dalam waktu lima hari, maka status keanggotaan dan deposit di Legoas akan hangus. Kebijakan ini Legoas terapkan untuk meminimalisasi calon pembeli yang tidak serius.

Sudah terdaftar di DJKN Kementerian Keuangan RI

Konsep bisnis Legoas hampir serupa dengan Carsome maupun BeliMobilGue yang menawarkan layanan penjualan aset berupa mobil. Konsep ini juga mirip dengan yang ditawarkan Ibid, balai lelang yang merupakan grup Astra, dan JBA Indonesia selaku perusahaan yang bergerak di bidang jasa lelang.

Meski ada perusahaan yang menawarkan layanan hampir serupa, Jacob tetap optimistis. Menurutnya Legoas memiliki diferensiasi karena mengandalkan teknologi. Mereka juga menerapkan sistem khusus untuk membuat proses penilaian aset yang lebih transparan.

Dari sisi legalitas, Jacob mengaku Legoas sudah terdaftar resmi sebagai perusahaan lelang di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

(Diedit oleh Fairuz Rana Ulfah)

This post [Update] Usung Transparasi, Legoas Ciptakan Platform Lelang Online appeared first on Tech in Asia.

The post [Update] Usung Transparasi, Legoas Ciptakan Platform Lelang Online appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi