skip to Main Content

LYKE Tutup Layanan, Mayoritas Karyawan akan Bergabung dengan E-Commerce Cina JollyChic


Ikhtisar
  • Pasca penghentian layanan LYKE, mayoritas tim dari LYKE akan bergabung dengan e-commerce asal Cina yang bernama JollyChic. Mereka akan bertugas mengembangkan bisnis startup tersebut di Indonesia.
  • LYKE telah memberitahukan hal ini kepada para penjual produk fesyen yang menjajakan barang di platform mereka.
  • LYKE berjanji akan menyelesaikan semua kewajiban pembayaran kepada para penjual tersebut paling lambat tanggal 5 Maret 2018.

Pada tanggal 28 Februari 2018 kemarin, CEO LYKE Bastian Purrer menyatakan kepada Tech in Asia Indonesia bahwa pihaknya telah memutuskan untuk menghentikan layanan LYKE dalam waktu dekat. Setelah ini, mayoritas tim dari LYKE akan bergabung dengan e-commerce asal Cina yang bernama JollyChic, dan bertugas mengembangkan bisnis startup tersebut di Indonesia.

Tim operasional dan marketing nantinya akan bekerja untuk JollyChic. Sedangkan untuk tim developer, mereka masih akan terus bekerja selama masa transisi. Namun setelah itu kami harus memberhentikan mereka, karena JollyChic sendiri telah mempunyai tim teknologi yang cukup banyak.

Bastian Purrer,
CEO LYKE

Menurut pantauan Tech in Asia Indonesia, LYKE telah memberitahukan hal ini kepada para penjual produk fesyen yang menjajakan barang di platform mereka. Mereka berjanji akan menyelesaikan semua kewajiban pembayaran kepada para penjual tersebut paling lambat tanggal 5 Maret 2018.

Bisnis e-commerce yang kembali memakan korban

LYKE-image-search-6

Keputusan ini sendiri diambil Purrer karena sulitnya menjalankan bisnis secara efisien di bidang e-commerce fesyen. Mereka mengaku telah mempunyai sekitar 1,6 juta pengguna. Namun pendapatan yang mereka dapatkan dari transaksi pengguna masih lebih kecil dibanding biaya operasional yang harus mereka keluarkan.

Purrer menyatakan dirinya sempat berpikir untuk mencari pendanaan lanjutan. Namun hal itu seperti hanya akan memperpanjang umur mereka, dan tidak mengatasi masalah yang sebenarnya ada.

“Itulah mengapa pilihan untuk bekerja sama dengan JollyChic merupakan opsi terbaik bagi kami. Mereka berniat hadir di Indonesia dengan investasi yang cukup besar,” tutur Purrer.

Salah satu aspek yang tidak efisien dalam bisnis e-commerce menurut Purrer adalah pembayaran. Saat ini mayoritas pembayaran dilakukan dengan transfer bank, yang butuh biaya cukup tinggi untuk mengelolanya. Hal ini mungkin akan berubah di masa depan dengan kehadiran layanan pembayaran mobile seperti GO-PAY dan GrabPay.

“Saya merasa terlalu cepat masuk ke bisnis ini. Aplikasi seperti LYKE sebenarnya cukup digemari di luar negeri, karena layanan pembayaran di sana telah cukup berkembang. Dari sini saya belajar bahwa penentuan waktu (timing) sangat penting dalam membangun startup,” jelas Purrer.

Purrer sendiri masih akan mengawal proses transisi dari LYKE kepada JollyChic. Ia enggan menjelaskan tentang posisi yang akan ia tempati setelah ini. Namun ia menyatakan belum terpikir untuk membuat startup baru, dan masih ingin fokus menyelesaikan kerja sama ini terlebih dahulu.

Sempat mendapat investasi Seri A pada tahun 2016

LYKE | Photo

LYKE sendiri merupakan aplikasi e-commerce khusus fesyen dan kecantikan yang didirikan oleh Purrer pada tahun 2015. Lewat aplikasi tersebut, LYKE menjadi semacam agregator dari seluruh produk fesyen yang dijual oleh e-commerce dan pedagang online lain, sehingga memudahkan pengguna untuk menemukan produk yang sesuai dengan minat mereka.

Pada bulan Agustus 2016 yang lalu, mereka berhasil mendapat pendanaan Seri A senilai hampir US$4 juta (sekitar Rp53 miliar). Investasi tersebut dipimpin oleh HV Holtzbrinck Ventures asal Jerman, serta diikuti oleh Asia Pacific Internet Group (APACIG) asal Singapura.

Mereka juga telah menggaet penyanyi Agnes Monica sebagai co-founder sekaligus Chief Creative Officer (CCO) pada bulan Oktober 2017. Menurut Purrer, Agnes tidak akan ikut bergabung dengan JollyChic selepas kerja sama ini.

JollyChic sendiri merupakan startup e-commerce asal negeri tirai bambu yang justru fokus pada penjualan barang ke luar Cina. Mereka telah hadir di Indonesia sejak tahun 2017, dan berniat untuk fokus mengembangkan bisnis mereka di tanah air pada tahun ini.

(Diedit oleh Septa Mellina)

This post LYKE Tutup Layanan, Mayoritas Karyawan akan Bergabung dengan E-Commerce Cina JollyChic appeared first on Tech in Asia.

The post LYKE Tutup Layanan, Mayoritas Karyawan akan Bergabung dengan E-Commerce Cina JollyChic appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi

Back To Top