Wahyoo Lengkapi Warung Makan Tradisional dengan Aneka Layanan Modern


Founder: Peter Shearer, Grace Tahir, Natalie Pramoedito
Industri: platform jaringan bisnis warung makan modern
Status pendanaan: bootstrapping

  • Wahyoo adalah yaitu platform pelayanan bagi pengusaha warung makan yang menyediakan berbagai layanan, seperti penjualan pulsa, kemampuan usaha katering, dan sebagainya.
  • Modernisasi bisnis model warung makan dilakukan Wahyoo dengan cara menyediakan layanan dalam bentuk asistensi, mulai dari segi edukasi bisnis, hingga standardisasi kebersihan tempat usaha.
  • Dengan mengandalkan dana operasional yang mereka peroleh dari monetisasi pihak sponsor dan iklan, Wahyoo mengaku saat ini sudah menjalin kerja sama dengan 750 gerai warung makan di Jakarta

button ulasan startup


Sekitar tiga belas tahun lalu, Peter Shearer membulatkan tekad untuk menekuni bisnis makanan dan minuman (F&B) di Indonesia. Ia pun sempat mencoba menjalani industri ini dari hulu ke hilir, mulai dari membuka gerai makanan di foodcourt, berbisnis katering, hingga mencoba peruntungan di bidang digital dengan mendirikan portal bernama duniamakan.com pada tahun 2005.

Namun, dari deretan bisnis kuliner tersebut, tidak ada satu pun yang ia nilai berhasil. Peter akhirnya justru beralih karier setelah mendapat ajakan rekannya membangun perusahaan pembuat aplikasi augmented reality.

Setelah berhasil mengembangkan perusahaan teknologi tersebut hingga ke mancanegara, Peter memutuskan untuk mencoba cara baru dalam mengejar mimpinya di industri F&B dengan memanfaatkan pengalaman yang ia dapatkan di ranah teknologi.

Sumber: Teknojurnal

Perhatiannya tertuju pada potensi dari warung makan yang sudah berdiri sejak puluhan tahun dan menjamur di berbagai pelosok daerah. Peter terdorong untuk melakukan “modernisasi” praktik warung makan tradisional agar bisa bersaing dalam menarik animo penikmat kuliner di Indonesia.

Peter bersama kedua rekannya lantas mendirikan Wahyoo untuk mewujudkan rencananya tersebut. Wahyoo adalah sebuah startup platform pelayanan bagi pengusaha warung makan untuk memodernisasi bisnis mereka.

Wahyoo memiliki arti inspirasi atau petunjuk dari Yang di Atas untuk membantu sesama. Dua huruf O di belakang memberikan kesan digital seperti Google, Facebook, Yahoo dengan huruf OO-nya mereka.

Peter Shearer,
CEO Wahyoo

Modernisasi warung makan agar bisa bersaing

Adapun beberapa tujuan yang mendorong Peter mendirikan Wahyoo antara lain:

  • Ingin mencoba digitalisasi praktik yang terdapat dalam kegiatan manajemen warung makan, meliputi keuangan dan inventori.
  • Mengubah citra warung makan yang identik dengan tempat kurang bersih.
  • Meningkatkan standar kualitas bahan baku, sekaligus memperbaiki taraf hidup pemilik warung makan dengan bekal pengetahuan teknologi dan kesempatan mendapat penghasilan tambahan.
  • Tetap menjaga eksistensi warung makan di tengah perkembangan konsumerisme modern.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Peter menawarkan layanan dalam bentuk asistensi mulai dari segi edukasi bisnis, standardisasi kebersihan tempat, pengenalan aplikasi manajemen keuangan, dan berbagai bantuan lainnya.

“Jika biasanya mereka hanya mendapatkan penghasilan lewat jual makanan saja, maka kami bantu mereka dengan beberapa servis tambahan seperti penjualan pulsa, sponsor iklan, dan lain-lain.”

“Yang kami janjikan dengan mitra kami para pemilik warung adalah Pengetahuan dan Pendapatan. Pengetahuan kami berikan mulai dari informasi newsletter hingga mengadakan pelatihan dengan mengundang pakar di bidangnya,” jelas Peter.

Target ekspansi dan aplikasi khusus bagi pelanggan Wahyoo

Selama pengembangan bisnis Wahyoo, Peter mengakui bahwa pihaknya menghadapi sejumlah tantangan seperti masih terdapat pemilik warung makan yang belum menggunakan smartphone serta pemikiran konvensional para pemilik yang enggan mengenal pola bisnis baru karena “nyaman” dengan kondisi mereka sekarang.

Peter bersama salah seorang pengelola warung makan yang menjadi mitra Wahyoo

Selain itu, Peter menjelaskan butuh waktu yang tidak sebentar dan proses edukasi yang intens agar para pemilik warung makan terbiasa menggunakan aplikasi Wahyoo. Namun tantangan tersebut tidak lantas membuatnya berhenti di tengah jalan.

Sejak resmi menawarkan nilai tambah kepada warung-warung tradisional pada April 2017 silam, Wahyoo mengklaim saat ini telah memiliki lebih dari 750 mitra warung makan yang tersebar di Jakarta.

Jika melihat dari model pengembangan bisnis yang mereka jalankan, sekilas model bisnis yang digunakan oleh Wahyoo mirip dengan Warung Pintar, yang didirikan oleh mantan VP Business Intelligence GO-JEK pada awal 2018. Bedanya, jika target mitra Warung Pintar adalah warung kelontong, Wahyoo lebih berfokus pada warung makan seperti Warung Tegal (warteg), Warung Padang, dan sebagainya.

Dengan mengandalkan dana operasional yang mereka peroleh dari monetisasi pihak sponsor dan iklan, ke depannya Wahyoo berniat terus menggalakkan proses edukasi dan ekspansi bisnis mereka agar dapat meraih target mencapai ribuan warung makan dan menjangkau kawasan di luar Jabodetabek.

Tidak hanya itu saja, Peter juga menerangkan bahwa pihaknya sedang mengembangkan aplikasi bagi para pelanggan Wahyoo agar mereka bisa melihat lokasi warung makan mitra Wahyoo terdekat, memesan produk katering pada warung makan tersebut, dan sejumlah layanan lain di masa mendatang.

(Diedit oleh Fairuz Rana Ulfah dan Iqbal Aria Kurniawan)

This post Wahyoo Lengkapi Warung Makan Tradisional dengan Aneka Layanan Modern appeared first on Tech in Asia.

The post Wahyoo Lengkapi Warung Makan Tradisional dengan Aneka Layanan Modern appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi