Xiaomi Dikabarkan Hendak Lakukan IPO dengan Target Valuasi Rp714 Triliun


Ikhtisar
  • Menurut Bloomberg, IPO tersebut paling cepat akan dilakukan Xiaomi pada tahun 2018 di bursa efek Hong Kong.
  • Target valuasi US$50 miliar (Rp714 triliun) dianggap masuk akal, mengingat pada tahun 2014 Xiaomi pernah memperoleh pendanaan US$1,1 miliar (Rp12 triliun) dari nilai valuasi US$46 miliar (Rp571 triliun).

Pada 4 Desember 2017, Xiaomi dikabarkan tengah mempertimbangkan upaya untuk meluncur di bursa saham (IPO) dengan target valuasi mencapai angka US$50 miliar (sekitar Rp714 triliun).

Mengutip dari Bloomberg, perusahaan teknologi asal Cina tersebut saat ini tengah berkonsultasi dengan lembaga perbankan perihal rencana mereka untuk go-public. Menurut narasumber internal yang tak disebutkan namanya, Xiaomi diperkirakan bakal memulai upaya IPO ini di bursa efek Hong Kong paling cepat awal 2018.

Sebelum rencana IPO ini tersiar, perusahaan yang didirikan oleh Lei Jun ini pada tahun 2014 telah mencapai valuasi hingga US$46 miliar (sekitar Rp621 triliun) usai berinvestasi secara agresif di toko retail dan ekspansi di  kawasan India.

Xiaomi Store | Photo

Mengamankan pasar Xiaomi di ranah teknologi

Xiaomi tengah berjuang mempertahankan posisinya sebagai salah satu vendor smartphone Android paling berpengaruh di dunia. Kendati pada 2014 berhasil melampaui Samsung serta menjadi yang terbaik di negeri sendiri, namun di 2015 lalu Xiaomi harus merelakan singgasananya kepada Huawei yang juga mengincar dominasi pasar smartphone di negeri tirai bambu.

Di samping Huawei, Xiaomi juga menghadapi persaingan ketat dengan Oppo dan Vivo yang melancarkan strategi pengembangan jaringan  pengecer smartphone murah di kota-kota kecil dan daerah pedesaan. Menurut laporan lembaga riset IDCXiaomi menempati peringkat kelima dalam pengiriman smartphone di seluruh dunia pada kuartal kedua 2017.

Untuk mengantisipasi ketertinggalan di ranah penjualan smartphone Cina, Xiaomi memilih fokus terhadap penjualan di kawasan negara berkembang seperti Indonesia dan Rusia. Sedangkan untuk kawasan negara maju seperti Amerika Serikat, Xiaomi membidik penjualan perangkat kesehatan seperti Mi Band yang saat ini telah memasuki iterasi produk kedua.

Di samping itu, Xiaomi juga mengupayakan perluasan lini produk dengan menjangkau pasar di luar smartphone, seperti perangkat pintar dan lain-lain. Lewat pendirian “Mi Home”, Xiaomi beralih ke bisnis retail offline yang ditargetkan mampu meraup pasar sebesar CN¥ 70 miliar (sekitar Rp142 triliun) pada tahun 2021.

(Diedit oleh Iqbal Kurniawan)

The post Xiaomi Dikabarkan Hendak Lakukan IPO dengan Target Valuasi Rp714 Triliun appeared first on Tech in Asia Indonesia.

Source: Inspirasi